Menyantap Makanan Ada Seninya: Jangan Telan Cepat-cepat!

June 12, 2018 Chatarina Komala

Ilustrasi: www.medicalxpress.com

 

Sejumlah studi membuktikan, terlalu cepat makan bisa menyebabkan masalah kesehatan serius.

 

Sering kali lantaran saking laparnya, Anda jadi melahap makanan terlalu cepat. Makanan jadi tidak dikunyah dengan baik, bahkan asal telan. Hal ini tentu berisiko. Sebab, selain membuat Anda tidak menikmati makanan, mengunyah dan menelan santapan dengan cepat juga berkontribusi pada tingginya risiko terkena penyakit berbahaya.

 

Idealnya, tubuh butuh waktu sekitar 15 hingga 20 menit untuk membentuk sistem pencernaan yang baik. Bahkan, Anda juga disarankan untuk mengunyah minimal 20 kali; agar makanan bisa terserap dengan sempurna. Nah, bagi yang doyan makan cepat-cepat, berikut adalah lima risiko kesehatan yang mungkin mengintai Anda.

 

1. Tersedak

Ini merupakan konsekuensi umum yang terjadi jika seseorang menyantap makanan terlalu cepat. Terutama jika seseorang tidak cukup mengunyah dan menelan makanan dengan cepat. Adapun risiko menelan potongan makanan yang besar inilah yang akan menyebabkan Anda tersedak. Nah, selain makan cepat, tersedak juga bisa diakibatkan oleh aktivitas bicara atau tertawa saat makan.

 

2. Obesitas

Makan terlalu cepat membuat Anda jadi tidak menikmati makanan dengan maksimal. Tingkat kepuasan pun rendah, sehingga kerap kali Anda jadi lapar lagi. Padahal, jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh sudah tinggi.

 

Hal inilah yang kemudian meningkatkan risiko obesitas. Terlebih, jika tubuh tidak lagi mampu memberikan “sinyal kenyang” pada waktunya. Sebaliknya, menyantap makanan pelan-pelan akan memberikan tubuh waktu untuk mengirimkan sinyal kenyang pada otak. Jadi, Anda bisa berhenti makan, setelah merasa kenyang.

 

3. Diabetes

Obesitas kerap kali beriringan dengan risiko diabetes. Nah, saat seseorang makan dengan cepat, tidak merasa kenyang, sehingga menambah porsi lagi--hal tersebut akan memicu peningkatan glukosa yang bisa menyebabkan resistensi insulin. Adapun resistensi insulin merupakan suatu kondisi, manakala sel dalam tubuh tidak mampu merespons hormon insulin dengan efektif.

 

4. Naiknya Asam Lambung

Menelan dengan cepat akan membuat makanan (dalam jumlah besar) mengalir ke perut. Hal ini bisa meningkatkan risiko meningkatnya aliran asam lambung ke dalam pipa makanan dan menimbulkan rasa seperti terbakar. Akibatnya pun beragam, seperti gangguan pencernaan, mual, sakit perut, nyeri ulu hati, hingga sulit menelan.

 

5. Risiko Stroke dan Gangguan Jantung

Sebuah studi yang dilakukan selama lima tahun menemukan, mereka yang makan lebih cepat cenderung dekat dengan risiko serius penyakit jantung dan stroke. Adapun hal ini terkait dengan kecenderungan mereka terknea tekanan darah dan kolesterol tinggi, serta kenaikan berat badan.

Previous Article
Hobi Makan Sushi? Ini 5 Bahaya yang Mengintai Anda!
Hobi Makan Sushi? Ini 5 Bahaya yang Mengintai Anda!

Diklaim sehat, terlalu banyak makan sushi juga berbahaya bagi tubuh.

Next Article
Mana yang Lebih Sehat: Gelato atau Es Krim?
Mana yang Lebih Sehat: Gelato atau Es Krim?

Anda mungkin mengenal beragam jenis dessert. Pertanyaannya, di antara gelato dan es krim, manakah yang lebi...

Curious about what we do?

Visit our website to find out more!

Learn More