Lebih Sehat Mana: Gula Batu atau Gula Pasir?

February 7, 2018 Chatarina Komala

Ilustrasi: www.alodokter.com 

Tidak ada yang lebih nikmat dari duduk santai di beranda, ditemani secangkir teh manis hangat dan orang terdekat.

Dalam budaya masyarakat Indonesia, secangkir teh manis kerap jadi suguhan bagi orang yang berkunjung atau justru sekadar pelengkap santai sore. Agar rasanya lebih lengkap, biasanya Anda juga akan menambahkan beberapa sendok gula, hingga satu potong kue manis sebagai camilan.

Dalam menikmati teh, tidak sedikit pula orang yang memilih gula batu sebagai pemanis. Alasannya, gula batu dianggap lebih nikmat bahkan sehat. Biasanya, sebongkah gula batu akan dicelupkan ke dalam teh panas, lalu ditunggu hingga sebagian mencair dan tercampur. Namun, apakah pendapat tersebut benar atau justru berdasarkan preferensi semata?

 

Konsumsi Berlebihan Tidak Baik

Ilustrasi: www.titiknol.co.id

Apa pun jenisnya, gula batu atau justru gula pasir--konsumsi gula berlebihan tentu tidaklah baik untuk kesehatan. Risiko terdekatnya, adalah kecenderungan obesitas; hingga yang paling parah--diabetes tipe 2.

Dari segi proses pembuatan, gula batu sendiri terbentuk dari larutan gula cair jenuh, yang sebelumnya harus melalui proses kristalisasi. Hasilnya, larutan tersebut mengeras, layaknya batu. Adapun kandungan nutrisinya bisa dikatakan serupa dengan gula pasir--yakni jenis gula sukrosa.

Sebagai gambaran, 100 gram gula pasir mengandung karbohidrat sebanyak 99,98 gram; sementara gula batu 99,70 gram. Lebih kecil dari gula pasir, tetapi dari segi jumlah--tentu angka ini tidak memiliki perbedaan yang signifikan. Dengan kata lain, anggapan bahwa gula batu lebih sehat ketimbang gula pasir, sebetulnya masih harus diperdebatkan.

 

Konsumsi Maksimal 50 Gram

Ilustrasi: www.healindonesia.com

Untuk melindungi tubuh dari risiko konsumsi gula berlebih, sebetulnya WHO telah menetapkan batas konsumsi aman, yakni maksimal 50 gram. Jumlah ini setara dengan empat sendok makan setiap harinya. Nah, jika ingin mendapatkan manfaat tambahan, Anda bisa mengurangi konsumsi gula sebanyak setengahnya; atau 25 gram per hari.

Sayangnya, batas maksimal itu kerap kali tidak dapat dipenuhi. Pasalnya, dapat dikatakan--hampir seluruh makanan dan minuman yang kita santap mengandung gula. Mulai dari makanan ringan, aneka lauk dan sayuran, hingga minuman bersoda. Adapun sebagai solusinya, Anda bsia mengganti gula pasir (atau batu) dengan pemanis buatan atau justru pemanis yang rendah kalori. Di sisi lain, jangan lupa lengkapi dengan pola hidup dan makan sehat, hingga olahraga rutin minimal 30 menit per hari.

Previous Article
Kenali 5 Risiko Terbiasa Mengonsumsi Minuman Panas
Kenali 5 Risiko Terbiasa Mengonsumsi Minuman Panas

Kerap jadi solusi menghangatkan diri di musim dingin, faktanya--terlalu sering mengonsumsi minuman panas bi...

Next Article
Setelah Mangga, Kini Ada Minuman Durian Kekinian, Lho, di Mana Saja?
Setelah Mangga, Kini Ada Minuman Durian Kekinian, Lho, di Mana Saja?

Setelah aneka minuman mangga populer di penghujung 2017, kini saatnya mencicipi varian minuman durian yang ...

Curious about what we do?

Visit our website to find out more!

Learn More