Sudah Diet Tapi Tidak Berhasil? Coba Diet Sesuai DNA!

February 5, 2018 Chatarina Komala

Diet berdasarkan DNA terbukti ampuh dalam menurunkan berat badan. Bagaimana caranya?

Program menurunkan berat badan memang bukan hal yang mudah. Ada kalanya, Anda terbentur dengan beberapa pertimbangan seperti soal kesehatan, hingga manjur dan tidaknya pola diet yang sedang dijalani.

Tenang, di sini Anda tidak sendirian, kok. Di luar sana, ada banyak orang memiliki masalah serupa. Itu sebabnya, untuk memecahkan masalah tersebut--tidak sedikit peneliti yang berupaya merumuskan pola diet sehat dan tepat, salah satunya berdasarkan DNA.

Adapun jenis diet ini meyakini, setiap orang memiliki kondisi genetik yang berbeda-beda. Itu sebabnya, David Threadgill, Ph.D. dari Texas A&M College of Veterinary Medicine & Biomedical Sciences--seorang penulis sekaligus peneliti diet DNA mengungkapkan, setiap orang seharusnya menjalankan metode diet berdasarkan kondisi tubuh dan metabolisme masing-masing.

 

Mengenali Diri Sendiri

Nah, bagi Anda yang tertarik dengan metode diet berdasarkan DNA, bisa melakukan tes terlebih dulu untuk mengetahui kondisi tubuhnya. Pasalnya, seperti yang sudah dijelaskan di awal, setiap orang diketahui memiliki kondisi genetika yang berbeda-beda. Adapun beberapa manfaat yang bisa Anda dapatkan dengan menjalankan metode diet berdasarkan DNA, antara lain.

 

1. Mengetahui Kemampuan Tubuh Membakar Karbohidrat dan Lemak

Ilustrasi: www.cantikanggun.com

Diet berdasarkan DNA akan memberi tahu Anda soal kemampuan tubuh dalam membakar lemak dan karbohidrat. Nah, jika akhirnya Anda memiliki kemampuan yang kecil, ini artinya Anda harus menjaga keseimbangan asupan karbohidrat, protein, dan lemak pada menu makanan.

 

2. Memahami Proses Metabolisme Tubuh

Ilustrasi: www.thinglink.com

Proses metabolisme pada tubuh setiap orang berbeda-beda. Ada yang lambat, ada pula yang lebih cepat. Memahami proses metabolisme sendiri akan membantu Anda mengontrol jumlah dan durasi makan (serta olahraga) yang sesuai untuk keseimbangan tubuh.

 

3. Hormon Pengontrol Rasa Lapar

Ilustrasi: www.vixendaily.com

Pernahkah Anda bertanya, mengapa ada orang yang mudah sekali merasa lapar atau justru sebaliknya? Jangan-jangan, hal ini diakibatkan oleh kondisi hormon pengontrol rasa lapar. Adapun variasi gen mampu membuat Anda memahami--kapan Anda butuh (atau tidak) “mengakali” hormon ini dengan mengonsumsi camilan sehat.

 

4. Respons Tubuh Terhadap Olahraga

Ilustrasi: www.dailyburn.com

Metode diet berdasarkan DNA akan memberi tahu Anda besar/kecilnya respons yang diberikan tubuh terhadap aktivitas fisik yang Anda lakukan. Nah, bagi Anda yang memiliki respons tinggi--bisa langsung memaksimalkan diet dengan melakukan olahraga kardio yang mampu membakar lemak lebih banyak.

Previous Article
Setelah Mangga, Kini Ada Minuman Durian Kekinian, Lho, di Mana Saja?
Setelah Mangga, Kini Ada Minuman Durian Kekinian, Lho, di Mana Saja?

Setelah aneka minuman mangga populer di penghujung 2017, kini saatnya mencicipi varian minuman durian yang ...

Next Article
Waspada, Jangan-jangan Diet yang Anda Lakukan Berbahaya Buat Kesehatan
Waspada, Jangan-jangan Diet yang Anda Lakukan Berbahaya Buat Kesehatan

Sudah diet ketat, tetapi berat badan tidak kunjung turun? Kondisi lain, Anda merasa begitu tidak sehat dan ...

Curious about what we do?

Visit our website to find out more!

Learn More