Inilah 5 Bukti MSG Lebih Aman Dikonsumsi Ketimbang Garam

January 25, 2018 Chatarina Komala

Mana yang lebih berbahaya? Konsumsi MSG atau justru garam dapur?

Banyak orang menganggap, penggunaan MSG (penyedap) pada makanan turut berkontribusi pada sejumlah masalah kesehatan, seeprti hipertensi, sakit jantung, hingga menurunnya kemampuan otak. Padahal, MSG justru bisa menurunkan asupan sodium dengan menekan konsumsi garam dapur (NaCl) yang berbahaya.

Bukan hanya meningkatkan nafsu makan dengan membuat makanan lebih enak. Rupanya, kendati sama-sama mengandung sodium, MSG lebih mudah dicerna oleh tubuh. Akibatnya, konsumsi MSG juga tidak berdampak pada peningkatan berat badan.

“Selama bertahun-tahun, beragam studi menyimpulkan MSG aman dikonsumsi. Di Indonesia, BPOM dan Kementerian Kesehatan menyatakan MSG aman dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No. 33 Tahun 2012,” ungkap seorang ahli gizi, Dr Johanes Chandrawinata.

Adapun berikut 5 bukti bahwa MSG aman dikonsumsi ketimbang garam.

 

1. Kadar Sodium yang Lebih Sedikit

Ilustrasi: www.t-nation.com

Ketimbang garam, MSG lebih aman dikonsumsi sebab mengandung kadar sodium yang lebih rendah. Kisarannya ada di angka 12%; ketimbang garam dapur yang mencapai 39%. Sebagai informasi, terlalu banyak mengonsumsi sodium inilah yang mengakibatkan sejumlah penyakit, salah satunya hipertensi.

 

2. Terdapat di Setiap Makanan yang Dikonsumsi Harian

Ilustrasi: www.goodnewsfromindonesia.id

MSG aman dikonsumsi asalkan tidak melewati batas asupan harian. Adapun kandungan MSG pun sebetulnya sudah ada di setiap makanan yang Anda konsumsi sehari-hari. Ini meliputi kerupuk, mi instan, keripik, makanan olahan daging, hingga minuman ringan.

 

3. Tidak Bikin Bodoh

Ilustrasi: www.stumagz.com

Sebuah penelitian mengungkap konsumsi MSG pada masyarakat di berbagai belahan dunia. Di Amerika Serikat, misalnya--konsumsi MSG diketahui mencapai kurang dari satu gram per hari, Jepang dua gram per hari, dan Indonesia--khususnya Jakarta dan Bogor 0,6 gram per hari. Dari ketiganya, bisa dilihat secara umum bahwa masyarakat di negara (atau tempat tersebut) tidak memiliki masalah penurunan kecerdasan.

 

4. Terbuat dari Bahan Alami

Ilustrasi: www.dailymail.co.uk

MSG juga kerap digunakan untuk pasien lansia. Tujuannya, untuk meningkatkan selera makan dan kualitas hidup mereka. Adapun MSG terdiri atas 78% glutamat (penyebab rasa gurih), 12% natrium (sodium), dan 10% air.

Glutamat sendiri sebenarnya masuk dalam kelompok asam amino nonesensial penyusun protein, yang juga ada dalam bahan makanan lain seperti daging, susu, keju, hingga ASI. Di Indonesia, MSG juga terbuat dari tetes tebu dan singkong yang sudah melalui proses fermentasi; sementara di Jepang, MSG terbuat dari rumput laut.

 

5. Dinyatakan Aman

Ilustrasi: www.docs.vcrma.org

Banyak lembaga yang sudah menyatakan MSG sebagai bahan yang aman dikonsumsi. Di Jepang, misalnya--MSG sudah secara resmi disetujui sebagai bahan tambahan makanan sejak 1948. Selang sepuluh tahun, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (US FDA) juga menyatakan MSG Aman. 

Previous Article
Lapar Tengah Malam? Yuk, Santap 10 Makanan Ini!
Lapar Tengah Malam? Yuk, Santap 10 Makanan Ini!

Perut terasa keroncongan tengah malam? Ingin makan, tetapi takut diet gagal? Yuk, santap makanan ini!

Next Article
8 Kuliner Legendaris Ini Bisa Anda Temukan di Jalan Surya Kencana, Bogor
8 Kuliner Legendaris Ini Bisa Anda Temukan di Jalan Surya Kencana, Bogor

Berada di depan Kebun Raya Bogor, Jalan Surya Kencana bisa jadi satu alternatif wisata kuliner, mulai dari ...

Curious about what we do?

Visit our website to find out more!

Learn More