Siasati ‘Lapar Mata’ dengan Tiga Trik Berikut!

November 5, 2017 Chatarina Komala

Beberapa ahli mengungkapkan, obesitas sebenarnya adalah masalah psikologis. Istilah emotional eating digunakan untuk merujuk pada dorongan atau rasa lapar yang begitu besar, akibat emosi yang belum terselesaikan. Di sinilah makan secara impulsif atau berlebihan dijadikan “pelampiasan” atas rasa cemas, khawatir, takut, stres, dan beragam emosi negatif lainnya.

Emotional eating (kerap kali dikenal dengan “lapar mata”), sendiri bersumber pada pikiran. Sifatnya, tentu tidak disengaja dan terjadi di alam bawah sadar. Pun itu sebabnya, mengurangi makan atau justru berolahraga keras, bukanlah solusi menurunkan berat badan yang efektif. Anda bukan hanya membutuhkan niat yang besar, melainkan juga kemampuan untuk menjangkau pikiran bawah sadar sekaligus membereskan seluruh dorongan makan lebih banyak. Bagaimana caranya?

 

Baca juga:

 

1. Memahami Penyebab Stres

Ilustrasi: www.truestressmanagement.com

Ada banyak penyebab stres atau emosi negatif yang Anda rasakan. Ini bisa berupa deadline tumpukan pekerjaan, rasa sedih akibat hubungan yang gagal, rekan kerja yang menyebalkan, atau justru rasa minder lantaran obesitas.

Kegemukan serupa lingkaran setan. Anda makan banyak lantaran stres/minder karena gemuk, sementara Anda gemuk sebab makan terlampau banyak.

 

2. “Manipulasi” Pikiran

Ilustrasi: www.sheinspire.wordpress.com

Jadilah sibuk. Lakukan apa pun yang mampu mengalihkan pikiran dari rasa lapar. Anda dapat mengunyah permen karet, menyikat gigi, minum banyak air atau secangkir kopi. Adapun gerakan “mengunyah” mampu memanipulasi jalur saraf yang menghubungkan rahang dengan otak. Jadi, otak akan percaya, Anda sudah makan lebih banyak dari yang seharusnya.

Anda juga dapat melakukan banyak aktivitas lain, seperti olahraga, ngobrol bareng teman, membaca buku, atau menonton.

 

Baca juga:

 

3. Mengatur Pola Makan

Ilustrasi: www.martamontenegro.com

Tidak harus “tidak makan” secara ekstrem. Anda bisa mengubah pola makan, dengan lebih sering makan. Tentu saja, dengan porsi yang lebih sedikit. Nah, agar semakin efektif, Anda disarankan untuk rajin mengonsumsi makanan berkadar serat tinggi, protein, serta karbohidrat kompleks. 

Previous Article
Mampir di Sembilan Toko Roti Legendaris Jakarta
Mampir di Sembilan Toko Roti Legendaris Jakarta

Sejak zaman Belanda, Jakarta rupanya punya beragam toko roti yang enak dan laris di pasaran. Beberapa di an...

Next Article
Nikmat Disantap Saat Musim Hujan, Inilah Sembilan Fakta Mi Instan yang Harus Anda Ketahui!
Nikmat Disantap Saat Musim Hujan, Inilah Sembilan Fakta Mi Instan yang Harus Anda Ketahui!

Mulai dari penemuan terbaik hingga menginspirasi pembuatan museum, berikut 10 fakta mi instan yang harus An...

Curious about what we do?

Visit our website to find out more!

Learn More