Terlalu Berambisi Makan Sehat, Juga Berbahaya, Kenali 9 Ciri-cirinya!

October 18, 2017 Chatarina Komala

Ilustrasi: www.rd.com

 

Demam clean eating (pola makan bersih) masih saja “melanda dunia”. Dari segi praktik, clean eating bisa berarti pola makan sehat yang lebih alami--atau dimasak dengan sehat. Salah satu contohnya, yakni menghindari bahan makanan mengandung gluten, gula, susu, dan seluruh produk hewani. Beberapa penganutnya, bahkan menjalani pola hidup yang lebih ekstrem. Misalnya, dengan hanya mengonsumsi makanan vegan mentah-mentah.

Memang, sih, selama masih dilakukan dalam batas wajar, pola hidup ini tentu baik bagi kesehatan dan kebugaran tubuh. Namun, bagaimana jika hal ini sudah menjadi sebuah ambisi?

 

Baca juga:

 

Orthorexia nervosa

Orthorexia nervosa--merupakan istilah yang ditujukan untuk fenomena obsesi serta ambisi akan diet clean eating. Mulanya, istilah ini dibuat oleh Steven Bratman--seorang dokter di San Francisco, AS, lantaran melihat ada peningkatan insiden gangguan pola makan. Sementara itu, dari segi kejiwaan, seorang profesor psikologi Patrick Denoux menggunakan istilah “tawanan dari aturan yang dibuatnya sendiri” bagi mereka yang memiliki orthorexia.

Adapun kedua pandangan ini beralasan. Pasalnya, lantaran menetapkan aturan yang ketat--penganut clean eating yang obsesif akan mengisolasi dirinya. Misalnya, dengan menghindari acara sosial yang melibatkan makan-makan. Nah, jika terus berlanjut, hal ini bisa saja membahayakan kesehatan tubuh dan nyawa.

Apalagi, seorang pengidap orthorexia cenderung mengalami serangan cemas yang berliebihan, terutama saat ia mengonsumsi makanan yang kurang sehat. Pada saat yang sama, ia juga akan lebih selektif dan terlalu menimbang-nimbang kandungan nutrisi yang ada dalam makanan.

Seperti halnya, seorang pasien yang penglihatannya terganggu akibat kekurangan vitamin B12. Jenis vitamin ini, dapat Anda temukan pada telur, produk susu, daging, dan ikan. Itu sebabnya, penganut vegetarian sering kali kekurangan vitamin B12 jika tidak menggantinya dengan suplemen. Sayang, dari kasus pasien ini, terlihat bahwa ia lebih “rela” penglihatannya terganggu, ketimbang mengurangi kebiasaan makan sehat.

Dilansir dari Hello Sehat, berikut adalah beberapa ciri penderita orthorexia yang dapat Anda ketahui:

1. Obsesi berlebihan untuk menghindari jenis makanan tertentu. Biasanya, ia akan menyertakan beberapa alasan seperti alergi, masalah pencernaan, gangguan mood, dan lain sebagainya.

2. Cenderung menghindari jenis makanan tertentu tanpa memiliki saran medis yang jelas.

3. Memilih suplemen dan obat-obatan herbal, ketimbang makanna.

4. Memiliki daftar makanan dan perencanaan tentang apa yang harus ia konsumsi dalam beberapa hari ke depan. Namun, variasinya sangat sedikit.

5. Terlalu cemas terhadap cara penyajian makanan dan merasa bersalah jika telah mengonsumsi makanan yang dianggap tidak sehat.

6. Memiliki kepuasan tersendiri saat mengonsumsi makanan yang dianggap sehat.

7. Menjaga jarak pada teman dan keluarga yang tidak punya pemahaman sama terhadap makanan sehat.

8. Tidak mau makan apa pun yang disajikan orang lain.

9. Kadang kala, mengalami depresi dan perubahan mood akibat terlalu memikirkan makanan.

 

 

Baca juga:

     

Terapi Perilaku Kognitif

Tidak seperti anoreksia dan bulimia, jenis gangguan ini memang belum dimasukkan dalam diagnosis medis. Sebagai gantinya, para ahli menyebut gangguan makan ini lebih mirip dengan fobia. Nah, dari perspektif para ahli, ada dua kategori orthorexia, yakni kelainan makan dan kelainan mental.

Untuk mengatasinya, bisa dilakukan terapi perilaku kognitif. Terapi ini, akan mengajarkan pasien untuk menghadapi kecemasannya terhadap makanan, sekaligus teknik relaksasi yang baik dan benar. 

Previous Article
Mengunjungi 5 Pusat Kuliner Enak dan Murah di Bogor, Cocok untuk Akhir Pekan!
Mengunjungi 5 Pusat Kuliner Enak dan Murah di Bogor, Cocok untuk Akhir Pekan!

Jangan ngaku pecinta kuliner, kalau belum pernah datang ke lima pusat tempat makan enak dan murah ini.

Next Article
Siapa Ingin Coba Kue Berjerawat Ini?
Siapa Ingin Coba Kue Berjerawat Ini?

Alih-alih menggugah, kue berbentuk jerawat matang ini justru bikin jijik siapa pun yang melihat. Namun, jan...

Curious about what we do?

Visit our website to find out more!

Learn More