Mengeksplorasi Ragam Budaya dalam Sepiring Nasi Goreng

October 12, 2017 Chatarina Komala

Ilustrasi: www.delish.com

Geef mij maar nasi goreng – berikan aku nasi goreng saja,” begitu kutipan lagu Geef Mij Maar Nasi Goreng (1979), yang dibawakan oleh Louisa Johanna Theodora “Wieteke” van Dort, atau Tante Liem. Lagu ini, menggambarkan kerinduan pada makanan khas Indonesia, sebab ia dan keluarganya terpaksa mengungsi ke Belanda akibat konflik Irian tahun 1957.

Kenikmatan sepiring nasi goreng juga diakui oleh Mantan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama. Pada kunjungannya di tahun 2010, ia sempat memuji lezatnya nasi goreng, bersamaan dengan jenis makanan lain, seperti bakso dan emping.  Adapun bukan itu saja. Setidaknya, survei CNN di tahun 2011 menobatkan nasi goreng sebagai makanan terlezat kedua di dunia setelah rendang.  

Dapat dikatakan, nasi goreng menjadi salah makanan yang lazim di Indonesia. Penjualnya, bisa ditemukan di mana-mana. Mulai dari restoran bintang lima, mal, hingga pedagang gerobak.

 

Baca juga:

 

Dari Tiongkok ke Penjuru Asia Tenggara

Ilustrasi: www.sunbasket.com

Sebenarnya, nasi goreng merupakan satu makanan yang sudah ada sejak 4.000 SM. Berasal dari negeri Tiongkok, resep nasi goreng (chao fan) dibawa dan disebarluaskan oleh para perantau ke seluruh penjuru Asia Tenggara. Enggak heran, meskipun sama-sama nasi goreng, cita rasanya berbeda-beda di setiap tempat. Oh ya, di tempat asalnya, chao fan biasa dipadukan dengan daging babi panggang, lho.

Resep nasi goreng lantas muncul, lantaran kebiasaan orang Tiongkok yang enggan mengonsumsi makanan dingin. Di sisi lain, mereka pantang membuang sisa makanan. Jadilah, nasi yang sudah dingin diolah lagi. Adapun tiga bahan utama resep nasi goreng, yakni nasi, minyak goreng, dan kecap manis. Sisanya, bisa diambahkan sayuran, daging, saus, telur, dan rempah lain sesuai selera.

Variasi Nasi Goreng di Indonesia

Ilustrasi: www.resepmagz.com​

Lalu, kapan tepatnya nasi goreng masuk ke Indonesia?

Belum jelas kapan. Namun, beberapa pendapat meyakini, kemunculan resep ini ada pada kisaran abad ke-10 dan 15. Di saat itulah, imigran asal Tiongkok mulai menetap di Nusantara dan membawa serta budaya serta kuliner mereka.

 

Baca juga:

 

Seiring berjalannya waktu, resep nasi goreng diadopsi dan disesuaikan dengan lidah Nusantara. Tidak heran, jika kini—Anda bisa menemukan beragam jenis nasi goreng, seperti Nasi Goreng Ikan Asin, Nasi Goreng Jawa, Nasi Goreng Kencur a la Sunda, Nasi Goreng Pete, hingga Nasi Goreng Rendang dan Nasi Goreng Cakalang.

 

Kupon Beli 1 Nasi Goreng Szechuan seharga Rp 60.000,

Gratis 3 Shaokao dari Hahala Restaurant

  

  

Previous Article
Siapa Ingin Coba Kue Berjerawat Ini?
Siapa Ingin Coba Kue Berjerawat Ini?

Alih-alih menggugah, kue berbentuk jerawat matang ini justru bikin jijik siapa pun yang melihat. Namun, jan...

Next Article
Delapan Khasiat di Balik Keindahan Flowering Tea
Delapan Khasiat di Balik Keindahan Flowering Tea

Orang-orang menyebutnya dengan banyak nama: blossoming tea (teh bunga mekar) hingga artistic tea.

Curious about what we do?

Visit our website to find out more!

Learn More