Makan Sushi Juga Ada Etikanya, Lho!

September 27, 2017 Chatarina Komala

Populer dan diterima oleh lidah orang Indonesia, makan sushi enggak bisa sembarangan, lho.

Itu sebabnya, sebelum dianggap norak atau justru tidak sopan, berikut adalah sembilan etika makan sushi yang harus Anda ketahui.

 

Baca juga:

 

1. Belum Lengkap Tanpa Cuka

Ilustrasi: www.tsunagujapan.com

Sushi berasal dari shu (cuka) dan meshi (nasi). Pada dasarnya, sushi berarti nasi yang dibumbui cuka. Jadi, mulai sekarang—Anda bisa protes ke pemilik restoran, jika sushi yang datang tanpa cuka, ya!

2. Potongan Jahe Harus Dimakan Terpisah  

Ilustrasi: www.japaneseflavours.com

Banyak orang kerap kali meletakkan gari (potongan jahe) di atas sushi, sebelum kemudian dicelupkan ke dalam saus dan disantap. Padahal, potongan jahe itu seharusnya disantap terpisah, lho. Di negara asalnya, jahe kerap kali disantap di antara atau di akhir makanan.

3. Sushi Roll Terlebih Dulu

Ilustrasi: www.japancentre.com

Hal ini berlaku, jika Anda memesan sushi dengan banyak jenis. Untuk mencegah rumput laut jadi lembek dan sulit digigit, ada baiknya Anda menyantap sushi roll atau makizushi terlebih dulu.

4.  Nasi Tetap Kering

Ilustrasi: www.news.com.au

Satu hal yang sering diabaikan oleh para penikmat sushi: biarkan bagian nasi tetap kering dan tidak berwarna kecokelatan. Itu sebabnya, dilarang keras mencelupkan atau merendamnya ke dalam kecap asin. Tujuannya, agar tekstur rumput laut dan nasi tidak menjadi lembek atau terasa asin.

5. Dilarang Mencampur Wasabi dengan Saus Kecap

Ilustrasi: www.cbc.ca

Sebagai gantinya, taruhlah wasabi langsung di atas sushi. Jangan takut kurang, pasalnya wasabi ini pedas banget. Meminta tambahan wasabi/saus kecap di restoran sushi Jepang juga dianggap sebagai satu tindakan yang kasar. Apalagi, untuk chef atau master sushi.

Mengapa demikian? Rupanya mereka percaya, racikan sushi—termasuk jumlah wasabi dan saus bagi setiap pelanggan—sudah pas dan sempurna. Jika Anda meminta tambahan, itu artinya secara tidak langsung, Anda bilang bahwa sushi mereka tidak enak.

6. Jangan Makan Sushi dengan Soya Berlebih

Ilustrasi: www.tdslistx.me

Hal yang sama, juga berlaku pada aktivitas menggosok sumpit sebelum makan. Soalnya, benar-benar enggak sopan!

7. Benar Mana, Pakai Sumpit atau Tangan?

Ilustrasi: www.thefork.com

Sebenarnya, cara menyantap sushi masih diperdebatkan hingga kini. Sebagai contoh, para master sushi di Jepang yang menganggap, makan dengan tangan lebih praktis dan nikmat. Apalagi, jika Anda menyantap nigirizushi yang harus dibalik terlebih dulu saat ingin mencelupkan ke saus kecap.

Di sisi lain, kriteria sushi yang baik terletak pada tekstur nasinya yang tidak terlalu padat. Nah, makan dengan sumpit hanya akan membuat kepalan nasi mudah berubah bentuk, atau justru pecah.

Namun, tidak ada salahnya, kok, makan sushi dengan sumpit. Pasalnya, banyak orang menganggap makan sushi dengan tangan tidak sopan. Apalagi, hanya para ahli yang benar-benar tahu cara memegang sushi dengan benar.

Bagi Anda yang merasa lebih nyaman menggunakan sumpit, berikut adalah beberapa etikanya.

a. Jangan sampai ujung sumpit menyentuh sushi yang tidak ingin dimakan. Selain enggak sopan, hal ini juga bisa membuat sushi jadi tidak higienis. Jadi, pastikan Anda menggerakkan sumpit saat benar-benar yakin jenis mana yang akan dimakan.

b. Namun, jika ujung sumpit telanjur menyentuh sushi—mau tidak mau Anda harus memakannya. Jangan dikembalikan lagi ke piring.

c. Jangan membersihkan sumpit selama Anda masih ingin makan. Nah, jika ingin istirahat sebentar, ada baiknya meletakkan sumpit di atas hashioki (balok kayu/keramik khusus). Sebaliknya, kalau sudah selesai makan, hindari meletakkan sumpit di meja atau piring. Anda bisa, kok, menaruh sumpit dengan rapi di atas cawan saus kecap.

d. Jangan pernah menggunakan sumpit yang telah Anda pakai, untuk “berbagi” sushi dengan orang lain. Dalam kepercayaan Jepang, hal ini dilarang keras—sebab mirip seperti memindahkan abu kremasi dalam pemakaman tradisional. Sebagai gantinya, cukup berikan saja sushi dan piringnya kepada teman.

8. Harus Habis dalam Satu Gigitan

Ilustrasi: www.cdn1.theodysseyonline.com

Bukan tanpa sebab, sushi dirancang dalam bentuk  mini. Tujuannya, agar bisa langsung habis dalam sekali ‘hap’. Biasanya, sushi akan mudah pecah dan sulit untuk dimakan kembali—saat Anda meninggalkan setengah gigitan.

 

Baca juga:

 

9. Wajib Bersihkan Mulut

Ilustrasi: www.kojikisan.wordpress.com

Di negara aslinya, Anda bisa menjumpai gari. Nah, selain dapat dikonsumsi, gari sebenarnya digunakan untuk “menetralkan” rasa sushi di dalam mulut. Jadi, enggak perlu khawatir ada banyak campuran rasa, saat harus makan sushi dengan jenis berbeda. 

 

Beli 2 All You Can Eat Sushi Gratis 1 dari Takarajima Japanese Restaurant

Previous Article
Menemukan Dessert Mangga Kekinian di Jakarta
Menemukan Dessert Mangga Kekinian di Jakarta

Enggak heran, kalau menu olahan mangga ini bikin orang rela antre hingga berjam-jam.

Next Article
Soto Betawi, Serba-serbi Jejak Sejarah Hingga Nama Haji
Soto Betawi, Serba-serbi Jejak Sejarah Hingga Nama Haji

Siapa penggemar soto Betawi di sini? Yuk, ketahui enam fakta unik berikut!

Curious about what we do?

Visit our website to find out more!

Learn More