Soto Betawi, Serba-serbi Jejak Sejarah Hingga Nama Haji

September 20, 2017 Chatarina Komala

Penggemar soto Indonesia, wajib berbangga. Pasalnya, ada banyak varian soto tersedia di penjuru Nusantara, dengan beragam resep dan cita rasa. Makanan berkuah dan banyak isian ini, cocok banget dijadikan teman sarapan atau justru makan siang. Belum lagi, soal kuah yang gurih dan lezat…

Tidak terkecuali di Jakarta, masyarakat Betawi punya soto khasnya tersendiri. Dikenal dengan nama soto Betawi. Nah, berbeda dengan jenis soto lainnya, hidangan ini menggunakan potongan daging sapi, jeroan, tomat, serta kentang yang dimasak bersama kuah santan.  

Cara pembuatannya pun cukup mudah. Anda hanya perlu merebus bahan isian (daging dan jeroan), lalu mengambil kaldunya sebagai kuah. Kuah lantas dicampur dengan tumisan bahan rempah (cabai, bawang merah, bawang putih, merica, cengkih, jinten, dsb). Sebagai pelengkap—semangkuk soto Betawi siap disantap bersama emping goreng dan nasi panas.

Nah, dikenal sebagai makanan khas Jakarta, soto Betawi juga punya banyak fakta unik, lho. Apa saja?

 

Baca juga:

 

1. Dikenal Tahun 1977-1978

Ilustrasi: Detik Food

Siapa sangka, sematan nama “Betawi” di belakang “soto” ini baru dikenal di tahun 1977-1978?

Sebenarnya, hidangan ini sudah dikenal dan dijual di Jakarta, jauh sebelum tahun 1977. Namun,  dahulu, orang hanya menyebutnya sebagai “Soto Pak A” atau “Soto Haji B”. Belum ada nama resmi “soto Betawi” seperti sekarang.

Adapun nama ini pertama kali dipopulerkan oleh Lie Boen Po. Ia adalah penjual soto pertama, yang menggunakan istilah “soto Betawi” untuk memperkenalkan dagangannya di THR Lokasari atau Prinsen Park. Sejak saat itu, nama soto Betawi menjadi rujukan, untuk menyebut hidangan soto berkuah santan dari Jakarta.

2. Kuah Santan atau Susu?

Ilustrasi: www.sianaksingkong.com

Kuah santan lazim ditemukan pada hidangan soto Betawi. Meski seiring berjalannya waktu, pohon kelapa sulit sekali didapatkan di Jakarta, resep ini masih terus bertahan hingga kini. Apa pun diusahakan, termasuk membeli kelapa dari daerah sekitar seperti Banten.

Barulah, dalam beberapa tahun terakhir, Anda menjumpai banyak kedai yang menggunakan susu sebagai pengganti santan. Selain rasa yang variatif, penggunaan susu diklaim lebih sehat.

3. Jeroan

Ilustrasi: www.aryanto.id

Alih-alih dibuang, orang Indonesia gemar mengolah jeroan menjadi makanan yang enak. Salah satunya, soto Betawi. Selain berisi daging, soto Betawi juga berciri khas jeroan sapi. Nah, jeroan dan potongan daging sapi yang dimasak dengan kuah santan kental ini nikmat banget disantap dengan emping serta seporsi nasi panas.

4. Nama Lain: Sup Betawi

Ilustrasi: www.satujam.com

Bukan hanya terkenal di kalangan warga Jakarta. Soto Betawi juga populer di kalangan mancanegara, lho. Tidak sedikit orang luar yang menyukai hidangan ini. Hanya saja, mereka kerap kali menyebutnya dengan “sup”, dan bukan soto.

5. Pakai nama Haji

Ilustrasi: www.perutgendut.com

Selain di Jakarta, Anda bisa menjumpai pedagang soto Betawi yang “melebarkan sayap” di kota besar lainnya. Satu hal yang unik, banyak pedagang yang gemar menyelipkan beberapa unsur nama di kedainya. Ini mencakup “Soto Haji A”,  “Soto Bang B”, atau "Soto Pak C".

 

Baca juga:

 

6. Warisan Budaya

Ilustrasi: www.resepumi.com

Tahukah Anda, soto Betawi ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda Indonesia oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan?

Dilansir dari BBC, Pudentia—ketua Asosiasi Tradisi Lisan Indonesia—mengungkapkan, soto Betawi (dan sembilan sajian lain) dipilih, sebab memenuhi kriteria unik, memiliki nilai budaya, dan sudah diwariskan lebih dari satu generasi.

Berdasarkan sejumlah penelusuran, Fadli Rahman, seorang dosen sejarah di Universitas Padjajaran menuturkan, cikal bakal soto Betawi mulanya berasal dari Tiongkok. Sajian itu kemudian tersebar ke masyarakat Betawi, lantaran Jayakarta (Batavia) dahulu adalah pusat perdagangan yang didatangi orang dari beragam etnis, termasuk Tiongkok.

Soto sendiri, awalnya bernama caudo. Pertemuan dengan budaya Arab dan India (kentara pada penggunaan minyak samin atau ghee) lalu  menjadikan cita rasa soto Betawi seperti sekarang. “Ini artinya, ada keharmonisan yang sangat padu dalam masyarakat Betawi, dilihat dari semangkuk soto,” Fadly menambahkan.

 

Di mana makan siang soto yang enak?

Yuk, nikmati kupon beli 1 pilihan menu gratis 1 soto Betawi dari Soto Pak 'J​

 

 

 

 

Previous Article
Makan Sushi Juga Ada Etikanya, Lho!
Makan Sushi Juga Ada Etikanya, Lho!

Populer dan diterima oleh lidah orang Indonesia, makan sushi enggak bisa sembarangan, lho.

Next Article
Makan Siang di Kedai Legendaris Pasar Baru
Makan Siang di Kedai Legendaris Pasar Baru

Populer sebagai pusat perbelanjaan tertua di Jakarta, enggak heran, kalau Passer Baroe (Pasar Baru) punya b...

Curious about what we do?

Visit our website to find out more!

Learn More