Mengenal “5 Sehat 8 Sempurna” untuk Pedoman Gizi Seimbang

August 28, 2017 Chatarina Komala

Siapa yang tidak kenal slogan “4 sehat, 5 sempurna”? Pedoman konsumsi makanan sehat legendaris ini, dibuat oleh Bapak Gizi Indonesia, Prof. Poerwo Soedarmo. Namun, tahukah Anda, di masa kini—slogan itu sudah tidak lagi relevan?

Seiring perkembangan ilmu gizi, masalah, dan beberapa risikonya—muncul slogan baru, yakni “5 sehat, 8 sempurna”. Prof. Dr. Ir. Hardinsyah, MS, seorang  Guru Besar Gizi Masyarakat Institut Pertanian Bogor (IPB) mengungkapkan, konsep ini mengacu pada Pedoman Gizi Seimbang (PGS) terbaru; yang bisa Anda temukan dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 41, tahun 2014. Adapun lebih rinci, peraturan ini membahas perihal pembatasan porsi makan sesuai usia.

Sebagai gambaran, ini mencakup lima poin utama yang wajib Anda lakukan untuk hidup sehat; serta tiga tambahan sebagai penyempurnaan. Berikut adalah beberapa rinciannya.

Lima sehat:

1. Membiasakan konsumsi pangan pokok.

2. Membiasakan konsumsi lauk dan pauk.

3. Membiasakan konsumsi sayur dan buah.

4. Asupan air putih yang aman dan cukup.

5. Batasi konsumsi gula, garam, dan lemak.

 

Delapan sempurna:

1. Rutin beraktivitas fisik (olahraga).

2. Hidup bersih.

3. Cek kondisi gizi dan kesehatan.

Dari delapan poin tersebut, terdapat beberapa baru yang dinilai penting. Ini mecakup pembatasan gula, garam, dan lemak (GGL), yang terkait pada risiko penyakit tidak menular (PTM)—seperti halnya diabetes, kolestreol, hingga jantung. Sementara itu, keharusan olahraga (aktivitas fisik) dimaksudkan untuk mendorong masyarakat, yang dianggap malas bergerak. Akibatnya, banyak orang cenderung obesitas, dan memiliki sistem imun rendah.

Beda dengan Slogan Terdahulu

Ilustrasi: www.hidupsehat.web.id

Prof Soekirman, SKM.,MPS-ID.,PhD, seorang ahli gizi sekaligus guru besar IPB, mengemukakan—konsepnya sendiri jauh berbeda dengan yang terdahulu. Bahkan, dapat dikatakan, konsep ini merupakan perbaikan dan perkembangan PGS—yang dibuat mengikuti zaman.

"Konsep 4S5S diciptakan, sebab tahun 1950-an orang belum tahu cara makan yang benar. Namun, sejak tahun 90-an, permasalahan gizi sudah berubah," Soekirman menambahkan.

Nah, jika konsep “Empat sehat, lima sempurna” cenderung menggeneralisasi kebutuhan gizi semua orang, PGS justru memiliki prinsip—bahwa setiap golongan usia, kelamin, kesehatan, dan aktivitas fisik memerlukan PGS yang berbeda.

Adapun selain menekankan pada proporsi yang berbeda, PGS juga tidak “mewajibkan” susu sebagai makanan sempurna; melainkan ditempatkan satu kelompok dengan sumber protein hewani lainnya.

Previous Article
Jangan Salah Kaprah, Sepuluh Makanan Ini Tidak Berasal dari Amerika, Lho!
Jangan Salah Kaprah, Sepuluh Makanan Ini Tidak Berasal dari Amerika, Lho!

Rupanya ada, lho, beberapa makanan yang dianggap berasal dari Amerika, namun sebenarnya tidak.

Next Article
Jangan Mau Rugi Makan di Restoran 'All You Can Eat', Ini Dia Sepuluh Triknya!
Jangan Mau Rugi Makan di Restoran 'All You Can Eat', Ini Dia Sepuluh Triknya!

Bagi Anda yang doyan makan, restoran berkonsep “All you can eat” merupakan satu kesenangan tersendiri. Hany...

Curious about what we do?

Visit our website to find out more!

Learn More