Kapan Waktu yang Tepat untuk Minum Kopi?

July 11, 2017 Chatarina Komala


Foto: www.lifehack.org​

Tidak ada kopi, hilang pula semangat pagi. Kendati banyak orang gemar menyeruput secangkir kopi sebelum memulai aktivitas harian, peneliti menyimpulkan—jam terbaik minum kopi justru antara pukul 09.30 hingga 11.30. 

Bukan hanya sebagai pendongkrak gairah, survei yang digagas  oleh Dunkin ‘Donuts and Career Builder menunjukkan, konsumsi kopi turut berdampak pada peningkatan produktivitas. Setidaknya, sebanyak 43% dari responden mengungkapkan penurunan produktivitas jika tidak meminum kopi, sementara 63% pekerja cenderung gemar minum kopi dua hingga tiga cangkir per hari.  

Menguntungkan, Jika Diminum dalam Waktu Tepat

Kopi, mengandung kafein, senyawa alkaloid yang memengaruhi sistem saraf, meningkatkan pelepasan dopamine, serta membuat seseorang terjaga dan kian bersemangat. Adapun meminum kopi di waktu yang tepat, diklaim mampu menguntungkan, terutama dalam meningkatkan gairah dan produktivitas.

Dalam prosesnya, kafein akan berinteraksi pada hormon kortisol dan mengatur ulang jam internal tubuh. Kortisol sendiri, adalah hormon yang berfungsi mengendalikan stres akibat infeksi, cedera, aktivitas berat, maupun pengaruh emosional.

Secara alami, hormon kortisol akan ada pada titik yang tinggi sesaat setelah bangun tidur. Klimaksnya, akan terjadi beberapa kali, yakni pukul delapan hingga Sembilan pagi, 12-13 siang, dan 18-19 malam.  

Minum Bukan pada Pagi Hari

Banyak orang menganjurkan, waktu paling baik untuk minum kopi adalah pagi hari. Namun, sebuah penelitian menyebutkan, jam terbaik minum kopi justru antara pukul 09.30 hingga 11.30.

Seorang Neuroscientist di Uniformed Services University of the Health Sciences di Maryland, Steven Miller menyebutkan, waktu paling tepat minum kopi adalah ketika hormon kortisol sudah melewati masa puncaknya; atau setelah pukul sembilan pagi. Hasil lainnya, secangkir kopi setelah makan siang ternyata ampuh untuk menghilangkan jenuh, kantuk, serta meningkatkan konsentrasi dan kognitif.

Sebaliknya, jika seseorang minum kopi di pagi hari—atau saat hormon kortisol masih tinggi, maka tubuh akan “meningkatkan” toleransi terhadap kafein. Jika dibiasakan, seseorang akan membutuhkan jumlah kafein yang lebih banyak setiap pagi, sehingga takaran kopi yang sama lama-kelamaan tidak lagi efektif.

Meski demikian, kadar kortisol setiap orang pada dasarnya dapat berbeda. Mereka yang biasa bangun lebih pagi, bisa jadi punya siklus kortisol lebih dini ketimbang mereka yang bangun siang.

   

 

Previous Article
Berburu Shabu-Shabu di Jakarta Barat
Berburu Shabu-Shabu di Jakarta Barat

Nikmat disantap hangat-hangat, siapa sih yang dapat menolak hidangan khas Jepang ini?

Next Article
19 Kedai dengan Kopi Susu Nikmat di Jakarta
19 Kedai dengan Kopi Susu Nikmat di Jakarta

Nongkrong di kedai kopi--entah itu untuk hangout, bekerja, atau justru "beristirahat" sejenak--rasanya suda...

Curious about what we do?

Visit our website to find out more!

Learn More