Mudah Marah Karena Lapar, Apa Sebabnya?

June 30, 2017 Chatarina Komala

Foto: http://www.bluntmoms.com/

Kendati "hangry" tidak diakui secara resmi dalam kamus bahasa Inggris, kombinasi antara "hunger" dan "angry" ini bisa menjelaskan kecenderungan emosi labil yang kerap kali muncul, ketika seseorang dalam keadaan lapar. 

Siapa pun orangnya, entah masuk dalam kategori sabar, pendiam, atau justru pemarah sekalipun--pasti pernah mengalami hangry. Tidak perlu khawatir, pasalnya, seorang pakar perilaku nafsu makan, sekaligus profesor psikologi dari Reed College--Paul Currie--menjelaskan kecenderungan tersebut, sebagai mekanisme organisme umum, termasuk manusia.

Baca juga: 20 Makanan Ini Anda Makan Bukan Karena Lapar!

"Ketika lapar, organisme dapat mengabaikan sinyal tersebut. Namun, mereka tidak bisa bertahan hidup lebih lama," katanya dikutip dari The Huffington Post. 

Perilaku agresif, bahkan emosi yang labil lantas menjadi respons tubuh dalam menanggapi rasa lapar. Keduanya, sering kali muncul bersamaan dengan stres atau kecemasan berlebih yang kadang kala berimbas pada tindakan impulsif. "Ketika kita benar-benar lapar, lalu ada orang lain makan, akan ada kemarahan yang timbul. Hal ini normal, sebab, semakin lapar, semakin tinggi emosi kita," Currie menambahkan.

Reaksi Pertahanan Diri  

Ada hubungan yang erat antara otak dan perut. Rasa cemas akibat lapar, misalnya, muncul karena rangsangan otak ditanggapi oleh hormon pengendali nafsu dalam perut. Selain itu, seluruh karbohidrat, lemak, dan protein dalam asupan makanan akan dicerna menjadi gula sederhana (glukosa, asam amino, serta asam lemak bebas). Nutrisi ini, akan masuk ke dalam aliran darah hingga akhirnya didistribusikan ke organ serta jaringan tubuh, dan digunakan sebagai energi.

Semakin lama, jumlah nutrisi ini akan menurun. Rendahnya kadar gula darah, lantas akan dianggap sebagai "ancaman" oleh otak. Apalagi, untuk bisa melakukan tugasnya dengan optimal, otak sangat membutuhkan glukosa. Tidak heran, jika rasa lapar kerap berdampak pada kurangnya konsentrasi hingga produktivitas.

Satu dampak yang paling kentara, yakni kurangnya kontrol pada gejala amarah. Pada akhirnya, "serangan" lapar akan memicu pelepasan hormon serotonin (hormon stres), yang mengakibatkan Anda sulit mengontrol emosi dan rasa marah.

Baca juga: Bukan Foodie Sejati Kalau Belum ke Sini

Atasi Sejak Awal

Makanlah sebelum Anda merasa terlalu lapar. Jika telanjur, Anda disarankan untuk menghindari konsumsi fast food. Bagaimanapun, jenis makanan tersebut akan terproses sangat cepat, dan justru membuat Anda semakin hangry. Sebaliknya, Anda bisa memilih makanan kaya nutrisi untuk meredakan rasa lapar, membuat kenyang lebih lama, tanpa harus menumpuk kalori.  Nah, untuk menstabilkan gula darah, ada baiknya mengonsumsi kacang-kacangan, alpukat, yoghurt, telur, dan keju.

  

 

 

 

Previous Article
Serba-serbi Pepes, Santapan Khas Urang Sunda Favorit Obama
Serba-serbi Pepes, Santapan Khas Urang Sunda Favorit Obama

Wangi bakaran, bumbu rempah, dan kemangi meruap begitu bungkus daun dibuka. Kabarnya, makanan tradisional k...

Next Article
Nostalgia Rasa di Kedai Es Krim Jadul Jakarta
Nostalgia Rasa di Kedai Es Krim Jadul Jakarta

Ada sejak zaman kolonial Belanda hingga jadi favorit presiden pertama Indonesia, inilah kedai es krim legen...

Curious about what we do?

Visit our website to find out more!

Learn More