Makanan Tradisional Khas Bali Yang Masih Eksis Sampai Sekarang

March 23, 2017 Elfida Lubis

Kalau ke Bali, jangan hanya pergi ke restoran hits kekinian yang semakin ramai saja di sana. Memangnya, kamu tidak penasaran dengan menu tradisional khas Bali yang ternyata masih ada sampai sekarang, seperti yang bakal diuraikan di bawah ini?

 

1. Nasi Ayam Kedewatan Ibu Mangku

Foto: wheretoeat-bali.com

Belum ke Bali kalau belum mencicipi Nasi Ayam Kedewatan Ibu Mangku. Nasi ayam adalah salah satu kuliner di Bali yang banyak dicari dan Nasi Ayam Kedewatan Ibu Mangku bisa dibilang sebagai pelopornya, khususnya di kawasan Ubud. Berdiri sejak tahun 1970an, Nasi Ayam Kedewatan Ibu Mangku masih menggunakan resep asli sampai sekarang, lho. Namun, restoran ini WARNING! buat kamu yang tidak doyan atau tidak tahan dengan rasa pedas. Satu porsi nasi ayam berisi nasi dengan lauk-pauk ayam bumbu, ayam suwir, sayur urap, telur pindang, sambal, dan taburan kacang goreng.

Lokasi: Jl. Raya Kedewatan No.18, Ubud; Jl. Tukad Badung No. 3 (Jalan Tukad Yeh Aya), Denpasar; Jl. Kayu Jati (daerah Oberoi/Laksmana), Seminyak

 

2. Ayam Betutu Men Tempeh Gilimanuk

Ayam Betutu Men Tempeh di Gilimanuk harus masuk ke dalam daftar teratas tujuan wisata kuliner di Bali. Apa istimewanya? Kita ketahui dulu sejarah ayam betutu, yuk. Sebelumnya, ayam betutu hanya ada di saat upacara tertentu di Bali atau dihidangkan di rumah masing-masing. Sampai pada tahun 1970an, Men Tempeh mulai membuka rumah makan di kawasan Terminal Gilimanuk dengan spesialisasi ayam betutu. Disajikan dalam beberapa pilihan: ayam utuh, setengah utuh, dan ayam per potong, disajikan bersama nasi dan sayur pelengkap, seperti plecing kangkung atau lawar ayam. Tak ketinggalan sambal matah.

Lokasi: Terminal Lama Gilimanuk, Desa Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana

 

3. Sate Plecing Arjuna

Foto: avillabali.com

Kalau biasanya sate menggunakan bumbu kacang, sate yang ini pakai sambal khas Bali yang terbuat dari cabe, bawang putih, kemiri, terasi, kemudian disiram minyak dan jeruk limau. Jadi sebelum sate taichan hits di Jakarta, Bali sudah punya sate plecing ternyata!

Lokasi: Jl. Arjuna 49 Denpasar

 

4. Ayam Bakar Bumbu Kuning Cak Iwan

Ayam Bakar Bumbu Kuning memiliki cita rasa khas yang harus banget kamu cicipi kalau ke Bali. Kamu bisa mengajak mulai dari pasangan sampai keluarga untuk makan di sini.

Lokasi: Jl. Raya Sesetan No. 322 A, Kecamatan Denpasar Selatan

 

5. Nasi Campur Men Weti

Foto: jarangpanas.com

Warung makan Nasi Campur Men Weti yang berada di daerah Sanur sudah sangat terkenal di kalangan mayarakat Bali. Warung makan ini hanya menyajikan menu Nasi Campur Bali yang berlimpah lauk-pauk serta sayuran enak-enak semua itu. Warung makan ini buka sejak pukul pukul 07.00 pagi sampai stok makanannya habis.

Lokasi: Jl. Segara Ayu, Sanur (dekat Pantai Sanur)

 

6. Nasi Jinggo Wikowi

Menurut cerita para penjual menu ini, nasi kucing khas Bali tersebut dimulai dari Jalan Gajah Mada, Denpasar, tempat Pasar Kumbasari yang beraktifitas sepanjang hari sehingga banyak orang-orang di pasar yang perlu makanan pengganjal perut di malam hari. Nasi Jinggo tentunya berisi nasi dengan teman ayam suwir, kacang mentik, tempe manis, telur dadar, mie goreng, serundeng atau saur dalam bahasa Bali, dan sambal pedas.

Lokasi: Dekat gerbang dan lampu merah kawasan BTDC, Nusa Dua 

 

7. Warung Rujak Singaraja

Variasi bumbu khas dengan buah serta sayur yang dipakai sangat menarik untuk dicoba khususnya kamu penggemar wisata kuliner. Di Warung Rujak Singaraja yang berada di seberang pertokoan Udayana, Denpasar (sebelah Siobak Singaraja), kamu bisa menyicipi mulai dari Rujak Rumput Laut yang disebut Rujak Bulung, Rujak Cuka, Rujak Gula, sampai yang bau kuahnya sangat menyengat yaitu Rujak Kuah Pindang.

 

8. Sate Lilit Ikan Tenggiri Pak Komang

Sate lilit merupakan salah satu makanan khas Bali yang sekarang gampang kamu ditemukan, mulai dari pedagang di kaki lima sampai hotel bintang lima. Kalau kamu main-main ke Pasar Sukawati di Gianyar, wajib menyicipi Sate Ikan Tenggiri Pak Komang yang terletak di perempatan sebelum Pasar Seni Sukawati. Supaya tidak terkecoh, spanduk warung ini bertuliskan Sate Ikan Pak Nyoman. Sate tenggiri lebih gurih, tidak amis, dengan sambal kuah kunyit yang istimewa. Belum lagi penggunaan batang kelapa alih-alih lidi biasa untuk melilitkan daging semakin menambah kekhasan sate ini. Dimakan dengan tipat atau ketupat, bisa juga nasi tela atau nasi campur ketela rebus yang dicacah kecil-kecil bikin kamu ketagihan untuk datang lagi.

 

9. Blayag

Foto: nusabali.com

Blayag adalah makanan tradisional khas Buleleng, berupa tipat yang dibungkus gulungan janur, disajikan dengan sayur urap, ayam sisir, sambel, kedelai goreng, keripik kulit, dan ayam bumbu kuah. Kalau kamu ingin mencoba menu ini, kamu harus pergi ke Rumah Makan Sehat di Jalan Gajahmada Singaraja yang menyajikan blayag inovatif. Beras yang digunakan untuk tipat bukan beras putih, melainkan beras hitam. Selain alasan kesehatan, blayag beras hitam ternyata memiliki rasa yang juga enak, apalagi ditutup dengan menu minuman tak kalah seru, yaitu es hitam yang terbuat dari jus tape beras hitam serta wedang jahe beras hitam.

 

 

10. Nasi Lawar Yan Negro

Belum afdol rasanya kalau kamu main ke Bali tapi belum mencoba Nasi Lawar. Beralamat di Jalan Sutomo, Denpasar, dekat dengan Puri Gerenceng, Nasi Lawar Yan Negro selalu ramai didatangi pengunjung meski letaknya sedikit terisolasi.

 

11. Nasi Tepeng

Foto: musthafida.wordpress.com

Nasi khas dari Kabupaten Gianyar ini menawarkan cita rasa kaya rempah juga pedas. Disajikan di atas daun pisang, nikmati nasi tepeng dengan sayur-mayur, kacang merah, nangka muda, terong, dan kelapa parut. Penasaran? Kamu bisa ke Pasar Senggol di Gianyar untuk makan makanan satu ini.

 

12. Serombotan

Makanan khas Bali ini mirip urap di Jawa. Yang berbeda adalah penggunaan bumbu kalas, yaitu santan yang dicampur kunyit tumbuk, bawang merah, lengkuas, bawang putih, kencur, dan ketumbar. Serombotan gampang ditemukan di wilayah Singaraja.

 

13. Lontong Jukut Serapah

Berbeda dari lontong pada umumnya, lontong jukut serapah memiliki bentuk segitiga dan berukuran lebih besar. Setelah dipotong kecil-kecil, lontong disajikan bersama berbagai macam sayuran yang telah direbus seperti bayam, nangka, pepaya, daun singkong, dan bunga pisang (jantung pisang) yang disiram kuah kental bernama telengis. Kuah telengis didapat dari santan dan minyak kelapa yang direbus.

 

14. Tipat Cantok

Foto: travelblog.astadala.com

Tipat berarti ketupat dan cantok berarti diulek atau dihaluskan, Isian dari tipat cantok sendiri ada kacang panjang, tauge, dan kangkung yang disiram bumbu kacang. Kamu bisa mencoba menu ini di Warung Indra yang ada di Jalan Raya Kediri, Tabanan.

 

15. Bubur Mengguh

Bubur khas Buleleng ini terbuat dari beras dan santan lantas disajikan dengan ayam suwir yang dibumbui lalu disiram kuah ayam kental. Urap sayur disajikan terpisah. Datang ke Bubur mengguh Warung Laota di Jalan Sunset Road No. 88, Kuta untuk menikmatinya.

 

 

 

Previous Article
Bukan Foodie Sejati Kalau Belum ke Sini
Bukan Foodie Sejati Kalau Belum ke Sini

Buktikan kamu foodie sejati...

Next Article
Tren Baru Minum Kopi 2017
Tren Baru Minum Kopi 2017

Kopi dicampur santan? Apa rasanya, ya?

Curious about what we do?

Visit our website to find out more!

Learn More