9 Alat Manual Brew Yang Harus Kamu Tahu

March 20, 2017 Elfida Lubis

Semakin ke sini, semakin banyak yang tergila-gila dengan metode manual brewing untuk menikmati secangkir kopi. Setiap kedai kopi yang kekinian, tak lengkap rasanya jika tak menawarkan menu kopi dari manual brewing. Sesuai namanya, manual brewing adalah teknik menyeduh kopi menggunakan alat yang harus dioperasikan secara manual oleh manusia atau baristanya. Jadi, manusia atau baristanya yang harus mempersenjatai diri dengan ilmu soal manual brewing supaya dapat menghasilkan kopi dengan rasa tak kalah enaknya dibanding mesin.

Serunya, ada banyak jenis alat manual brewing yang ada di pasaran. Yuk, cari tahu jenis dan dasar dari penggunaan masing-masing alat dengan menyimak uraian di bawah ini.

 

1. Hario V60

Rasio kopi : air = 20 gr : 300 ml

Alat dengan sudut kemiringan 60 derajat inilah yang melambungkan nama besar Hario sebagai perusahaan penghasil alat seduh kopi asal Jepang. Pasang filter yang telah dipanasi sebelumnya, kemudian masukkan biji kopi yang telah digiling dengan tingkat kehalusan medium-fine sebanyak 20 gr. Tuang air panas sampai membasahi semua bubuk kopi, biarkan dulu selama 10-15 detik untuk proses blooming yang dapat untuk menghilangkan karbondioksida yang muncul setelah roasting. Saat blooming, kamu akan melihat gelembung di atas bubuk kopi. Lalu silakan lanjutkan menuang air secara perlahan tanpa terputus dengan gerakan memutar.

 

2. Kalita Wave

Rasio kopi : air = 20 gr : 300 ml

Kalita Wave sekilas mirip V60. Yang membedakan adalah bentuknya trapesium dengan bagian bawah rata (flat drip) dengan tiga buah lubang. Masukkan biji kopi yang digiling dengan tingkat medium ke dalam kertas filter yang telah dipasang pada alat. Ratakan bubuk kopi, tuang air membasahi seluruh permukaan bubuk kopi, diamkan selama 10-15 detik untuk blooming. Kemudian, lanjutkan menuang air secara berkelanjutan. Biarkan dulu kopi terseduh selama 2-3 menit, kemudian siap untuk dinikmati.

 

3. French Press

Rasio kopi : air = 20 gr : 360 ml

Alat satu ini cocok untuk pemula yang tertarik untuk belajar manual brewing. Setelah melakukan pre-heat selama sekitar 2-3 menit, masukkan biji kopi yang telah digiling dalam level paling kasar (coarse) kemudian tuang air panas sebanyak 360 ml dan aduk. Pasang kepala French Press dan seduh kopi selama 4 menit sebelum menekan filter ke bawah.

 

4. AeroPress

Rasio kopi : air = 15 gr : 225 ml

AeroPress mulai diperkenalkan oleh Alan Adler pada tahun 2005 dan menjelma menjadi alat manual brewing favorit para barista. Bentuknya pun fleksibel sehingga mudah dibawa kalau kamu traveling dan tak bisa lepas dari jenis kopi tertentu. Untuk alat ini, gunakan biji kopi yang digiling medium (sedikit kasar mirip garam) sebanyak 15 gr. Basahi kertas filter terlebih dulu untuk menghilangkan residu pada kertas filter. Sebaiknya, brew chamber atau tabung tempat meletakkan kopi juga dipanasi dulu atau pre-heat dengan menyiramkan air panas. Ini pun berlaku untuk alat lain, sampai cangkir yang akan kamu gunakan. Masukan bubuk kopi ke dalam brew chamber dan tuangkan air panas sebanyak 225 ml. Aduk dan seduh selama 10 detik atau tergantung kebiasaan kamu, kemudian pasang plunger atau penutup Aeropress. Tekan plunger ke bawah sehingga kopi mulai menetes ke gelas yang ada di bawah.

 

5. Chemex

Rasio kopi : air = 30 gr : 500 ml

Chemex bisa menghasilkan 8 cangkir kopi dalam sekali seduh, sehingga cocok untuk kamu yang ingin menikmati kopi bersama dengan kawan-kawan. Tuang biji kopi yang telah digiling medium ke dalam kertas filter yang sudah dipasang pada chemex. Ratakan kopi kemudian tuang air sampai membasahi seluruh permukaan lalu diamkan 10-15 detik untuk proses blooming. Setelah itu, lanjutkan menuang air sampai habis dengan teknik pouring yang kamu sukai. Waktu sedugnya sedikit lebih lama dibanding alat lain, yaitu sekitar 4 menit.

 

6. Moka Pot atau Bialetti

Rasio kopi : air = 15 gr : 250 ml

Moka pot adalah alat manual brewing yang bisa digunakan untuk membuat espresso shot karena sistem kerjanya memanfaatkan tekanan uap air yang dihasilkan dari proses pemanasan air pada chamber bialetti. Tuang air ke dalam chamber moka pot. Tuang bubuk kopi ke dalam filter moka pot, ratakan, kemudian lakukan tamping layaknya saat membuat espresso dengan menggunakan portafilter. Pasang semua bagian moka pot dengan benar, mulai dari chamber, filter, sampai bagian penutup moka pot. Setelah itu, letakkan moka pot di atas kompor dan nyalakan api untuk mulai proses brewing yang biasanya membutuhkan 3-4 menit, namun sedikit lebih lama kalau kamu menggunakan air biasa. Secara perlahan, kopi akan naik ke atas permukaan teko pada moka pot. Saat semua air telah naik, segera matikan api untuk menghindari seduhan jadi gosong.

 

7. Vietnam Drip

Rasio kopi : air = 8 gr : 150 ml

Membuat kopi dengan alat ini membutuhkan kesabaran ekstra karena menghabiskan waktu lumayan lama, sekitar 15 menit. Sesuai namanya, alat ini digunakan untuk membuat kopi yang sering dinikmati masyarakat Vietnam, yaitu dengan dengan susu kental manis. Setelah pre-heat, masukkan kopi yang telah digiling dengan tingkat kehalusan fine, ratakan, tuang air panas, lalu letakkan penutup Vietnam Drip.

 

8. Syphon

Rasio kopi : air = 16 gr : 250 ml

Alat yang dikenal juga sebagai manual brewing vacuum pot ini memiliki desain unik dan harga yang cukup mahal. Syphon pertama kali ditemukan di Jerman pada abad ke-19. Penggunaannya agak sedikit rumit karena kamu harus sedikit merakitnya sebelum digunakan. Kamu harus memasang kail kawat di bagian bawah funnel syphon. Kemudian, tuang air ke dalam gelas bulat yang menyatu dengan stand syphon. Kamu bisa menggunakan air panas atau air biasa namun memerlukan waktu lebih lama. Nyalakan kompor kecil (mini burner) untuk memanaskan air. Pasang funnel ke dalam gelas lab dengan keadaan agak miring agar udara masih bisa masuk saat proses pemanasan air. Setelah air mulai mendidih, perbaiki posisi funnel syphon sampai lurus dan menutup chamber glass berisi air. Kamu akan melihat air mulai naik perlahan ke bagian atas funnel. Setelah semuanya naik ke permukaan funnel syphon, segera masukan bubuk kopi yang telah digiling dengan level medium-coarse. Aduk kopi agar proses ekstraksi merata, seduh selama 40 detik sambil mengecilkan api pada burner. Setelah proses seduh selesai, segera matikan burner dan kopi akan mulai tersedot ke bagian bawah chamber glass. Keren sekali melihat proses yang satu ini!

 

 

9. Rok Presso

Rasio kopi : air = 14 gr : 120 ml

Memerlukan tenaga ekstra saat menggunakan mesin ini, tapi sebanding karena dapat menghasilkan espresso yang tak kalah dibanding espresso dari mesin. Setelah pre-heat, tekan tuas untuk membuang air. Masukkan kopi yang telah digiling dengan tingkat kehalusan fine ke dalam portafilter, tamping, pasang portafilter pada group head rok presso dengan benar, kemudian tuang air panas ke dalam chamber yang berada di bagian atas alat. Setelah itu, lakukan ekstraksi dengan menarik tuas rok presso ke bawah. Kopi pun mulai menetes ke bawah.

Previous Article
25 Tempat di Jakarta Selatan Untuk "Party" di Hari Senin
25 Tempat di Jakarta Selatan Untuk "Party" di Hari Senin

Work hard, party harder!

Next Article
Ternyata, Seorang Perempuan Yang Berjasa Menemukan Cara Baru Minum Kopi
Ternyata, Seorang Perempuan Yang Berjasa Menemukan Cara Baru Minum Kopi

Dia yang berjasa membuat kopimu lebih enak.

Curious about what we do?

Visit our website to find out more!

Learn More