Manisnya Gudeg di Yogyakarta, Semanis Pembelinya

December 21, 2016 Elfida Lubis

 

Apa makanan paling top dari Yogyakarta? Tak lain tak bukan adalah gudeg. Kalau kamu bingung gudeg mana yang paling terkenal sekaligus enak di Yogyakarta, cek tulisan di bawah ini.

 

 

1. Gudeg Yu Djum 

Foto: gudegyudjumpusat.com

Yu Djum pertama kali berjualan gudeg di kawasan Karangasem, sebelah utara Universitas Gajah Mada. Kemudian, gerai lain pun dibuka di Jalan Wijilan yang merupakan pusatnya gudeg di Yogyakarta dan sampai kini sudah ada 7 gerai tersebar di kota itu. Gudeg Yu Djum yang rasa manisnya nendang ini cukup populer di kalangan wisatawan.

 

2. Gudeg Pawon

Foto: panduanwisatajogja.com

Pawon dalam bahasa Jawa berarti dapur. Sesuai namanya, gerai satu ini menyajikan gudeg langsung di dapur. Uniknya lagi, Gudeg Pawon baru dibuka mulai pukul 22.00 hingga dini hari. Dirintis oleh Bu Prapto Widarso sejak tahun 1958, gudeg basah ini disajikan dengan sambal krecek yang pedas, serta ayam kampung yang dimasak berjam-jam. Kunjungi Gudeg Pawon yang ada di Jalan Janturan 36-38, Warungboto.

 

 

3. Gudeg Permata

Gudeg Permata berlokasi di Jalan Gajah Mada, tepat di sebelah barat bekas bioskop Permata. Sama seperti Pawon, Gudeg Permata juga buka pada malam hingga dini hari. Berkonsep lesehan, gudeg ini sudah ada sejak 1951 dan tidak diragukan lagi kelezatannya karena resep turun-temurun.

 

4. Gudeg Sagan

Foto: kuliner.panduanwisata.id

Jika beberapa gerai gudeg sebelumnya berkonsep warung, dapur, dan lesehan, maka Gudeg Sagan berkonsep restoran. Gerai yang terletak di Jalan Profesor Dr Herman Yohanes Nomor 53, Caturtunggal ini menyuguhkan gudeg basah dengan ayam kampung yang dimasak menggunakan tungku kayu. Areh alias kuah gudeg pun dituangkan banyak-banyak ke atas seporsi gudeg. Hmm, yummy

 

5. Gudeg Manggar Bu Jumilan

Foto: ardiankusuma.com

Kalau biasanya gudeg menggunakan gori atau nangka muda, maka manggar adalah jenis gudeg yang menggunakan kembang kelapa muda. Cita rasanya pun lebih gurih dan padat. Nah, salah satu penjual Gudeg Manggar yang legendaris adalah Bu Jumilan di Jalan Srandakan KM8, Kabupaten Bantul.

 

6. Gudeg Mbarek Bu Hj Amad

Foto: makangudeg.blogspot.co.id

Berada di Jalan Kaliurang KM5, Karangasem, Barek, CT III Nomor 5 atau di sebelah utara kampus Universitas Gadjah Mada, warung gudeg ini merupakan langganan para mahasiswa dan dosen. Berdiri sejak tahun 1950, lokasi awal warung Bu Amad mula-mula di atas Selokan Mataram.  Dari situ muncul julukan Gudeg Selokan Mataram. Popularitasnya yang menanjak membuat warung pindah ke lokasi yang sekarang pada tahun 1998 . Ciri khas gudeg ini adalah agak basah, dengan krecek yang tidak terlalu pedas.

 

7. Gudeg Yu Narni

Foto: anishidayah.com

Lokasi Gudeg Yu Narni berdekatan dengan Gudeg Bu Hj Amad dan Gudeg Yu Djum. Gudeg kering dengan rasa manis ini tak kalah laris, disajikan bersama areh yang kental.

 

8. Gudeg Bu Tjitro

Foto: gudegkalengku.blogspot.com

Gudeg Bu Tjitro yang berdiri sejak tahun 1925 terkenal di kalangan fans gudeg kering. Sepiring gudeg Bu Tjitro dihidangkan bersama buntil daun pepaya, sambal goreng krecek, dan tempe. Opor ayam dan telur bisa dipilih sebagai lauk pendamping, kemudian tambahkan sambal bajak. Selain menyediakan kemasan kendil, uniknya Gudeg Bu Tjitro juga tersedia dalam kemasan kaleng sehingga tahan disimpan lebih lama dari biasanya.

 

9. Gudeg Ceker Sedep Raos

Foto: surgamakan.wordpress.com

Dikenal juga sebagai Gudeg Ceker Seturan karena berada di wilayah Seturan, tepatnya di depan toko swalayan Mulia Mart dan berdekatan dengan SD Budi Mulia. Kini, Gudeg Ceker Sedep Raos telah berpindah lokasi dan menempati bangunan yang lebih permanen di Jalan Affandi (Gejayan) Nomor 30.

 

10. Gudeg Mercon Bu Tinah

Foto: bingkaipetualang.wordpress.com

Jika biasanya gudeg terkenal dengan rasa manis yang dominan, di warung tenda milik Bu Tinah ini gudeg terhidang dengan rasa super pedas. Gudeg Mercon Bu Tinah terletak di Jalan Asem Gede, dekat Pasar Kranggan, Jetis dan baru buka pukul 21.00.

 

11. Gudeg Batas Kota

Foto: assweetasdream.blogspot.com

Jangan lewatkan sensasi kuliner tengah malam di Gudeg Batas Kota. Lagi-lagi sensasi rasa manis, gurih, dan pedasnya sambal krecek mampu membuat mata merem-melek. Gudeg ini berada di batas wilayah kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman, tepatnya di depan Lippo Plaza Mall Jogja. Buka mulai pukul 21.00, segera serbu kalau kamu ke sana.

 

12. Gudeg Djuminten

Warung ini sudah ada sejak tahun 1926 dan sering dijadikan tujuan kuliner para pejabat negara bila sedang ke kota pelajar tersebut. Terletak di Jalan Asem Gede Nomor 4 atau Jalan Kranggan Nomor 69, nikmati gudeg basah yang lezat di sini.

 

13. Gudeg Bu Sri Kuncen 

Foto: anishidayah.com

Gudeg ini juga termasuk gudeg yang banyak diminati warga asli Yogyakarta maupun wisatawan. Awalnya ada di daerah Wirobrajan dan kemudian berhasil membuka cabang di Jalan Hos Cokroaminoto, buka dari pukul 10.00-24.00.

 

14. Gudeg Geneng Mbah Marto, Mangut Lele

Foto: maxtrotour.com

Nikmati gudeg klasik dengan areh tak terlalu kental dan daun pepaya tak pahit di warung yang berada di Dusun Nengahan, Panggung Harjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul ini. Ditambah sambal kacang yang pedas, rambak (krecek ndeso), dan lauk-pauk seperti tahu, tempe, telur, dan rempelo ati yang dimasak dengan bumbu besengek dan mangut lele membuatnya tambah maknyus di lidah!

 

15. Gudeg Bu Sastro

Foto: ceritamakan.com

Lokasi tempat makan yang satu ini mudah ditemui, yaitu Malioboro, tepatnya di seberang Pasar Beringharjo. Tersedia 2 macam gudeg di sini, yaitu gudeg ceker dan gudeg ayam goreng, bisa juga tambahkan lauk lain sesuai selera.  

 

 

 

 

Previous Article
Kafe-kafe Instagramable di Bandung
Kafe-kafe Instagramable di Bandung

Bukan cuma tempat wisata alam, kafe di Bandung juga banyak yang Instagrammable, lho.

Next Article
15 Restoran Dengan View Indah di Semarang
15 Restoran Dengan View Indah di Semarang

Baca yuk info menarik seputar Semarang ini.

Curious about what we do?

Visit our website to find out more!

Learn More