Perjalanan Secangkir Kopi

November 13, 2016 Elfida Lubis

Kamu penasaran ada kisah apa di balik secangkir kopi, minuman seksi sekaligus paling kompleks ini? Ikuti kisahnya berikut. (Dari berbagai sumber)

 

#1 Coffee Cherry

Foto: emerging-fashion.com

Tahukah kamu, kalau kopi awalnya berasal dari buah yang dipetik dari pohon kopi. Karena tanda buah siap dipetik adalah ketika warnanya menjadi merah, maka buahnya sering disebut coffee cherry. Namun, ada juga buah cherry yang berwarna kuning saat dipetik, dikenal sebagai jenis yellow caturra alias kopi kuning alias kopi Kolombia. Pohon kopi biasanya tumbuh di wilayah tropis, di ketinggian kurang lebih 3.500 meter di atas permukaan laut. 

 

#2 Panen Coffee Cherry

Foto: afkinsider.com

Biasanya, panen dilakukan setahun sekali, kecuali untuk beberapa negara seperti Kolombia yang menerapkan aturan panen utama dan panen sekunder. Biasanya lagi, wilayah-wilayah yang berada di utara khatulistiwa mengalami musim panen antara September sampai Maret, sementara April sampai Mei adalah musim panen untuk belahan selatan khatulistiwa. Cara panennya juga beragam. Ada yang langsung diambil seluruh cabang yang ada coffee cherry, atau dipetik secara selektif. Pemetik kopi biasanya dibayar per keranjang dan mereka mampu memperoleh 6-7 keranjang per hari.

 

#3 Pemisahan Biji Kopi 

Foto: drinks.seriouseats.com

Setelah dipetik, coffee cherry harus segera diproses, yaitu memisahkan buah sehingga tersisa bijinya saja (bean). Ada 3 metode yang digunakan dalam proses tersebut, yaitu proses basah, kering, dan semi kering.

 

#4 Proses Basah

Foto: coffeeshrub.com

Proses basah  (fully washed) atau disebut juga dengan proses penyucian populer dilakukan di negara-negara Amerika Latin. Proses ini bisa dilakukan manual atau menggunakan mesin. Pertama-tama, biji kopi dipisah, dilihat dari kepadatan berdasar kandungan air di dalamnya. Biji yang jelek biasanya akan mengapung dan sebaliknya, biji yang berkualitas bagus akan tenggelam. Kemudian, dilakukan pengelupasan 4 lapisan, mulai dari kulit terluar, pulp atau daging buah kopi, kulit perkamen atau kulit yang keras, dan kulit silver (chaff). Proses ini untuk mendapatkan kopi yang bersih dan mengilat.

 

#5 Proses Kering

Foto: ravecoffee.co.uk

Proses kering atau yang disebut juga proses alami adalah proses paling primitif, di mana buah dipisah dari biji kemudian dikeringkan di bawah sinar matahari. Baru kemudian proses pengelupasan dilakukan di pabrik penggilingan. Proses yang merepotkan dan cenderung mahal ini dapat ditemui di negara Yemen, Brazil, dan Ethiopia.

 

#6 Proses Semi Kering

Foto: northstarroast.com

Proses semi kering (semi washed) atau semi penyucian biasanya dilakukan di negara-negara seperti Indonesia, Papua New Guinea, dan juga Brazil, di mana biji dipisahkan, dicuci, kemudian dijemur sampai mengering hanya di satu sisi saja. Biasanya, proses ini menghasilkan kopi yang rendah kadar asam dan body yang berat dibanding proses basah. Biji kopi pun kemudian digiling untuk membuang bagian-bagian tidak penting yang masih melekat baik menggunakan alat tumbuk yang sederhana atau mesin giling yang lebih kompleks.

 

#7 Memanggang Biji Kopi

Foto: coffeearea.org

Biji kopi yang masih mentah tersebut dikirim ke tempat pemanggangan dalam wadah yang terbuat dari rami atau goni. Setelah proses pemanggangan (roasting), ukuran biji kopi akan mengembang namun kehilangan sekitar 20 persen beratnya. Biji kopi pun menjadi lebih hitam dan beraroma.

 

#8 Menggiling Kopi

Foto: medicaldaily.com

Sebelum kopi diseduh, kopi akan digiling (grinding) terlebih dahulu. Namun karena hasil gilingan atau bubuk kopi lebih cepat membusuk atau berubah kualitasnya, restoran atau tempat minum kopi lebih suka membeli biji kopi utuh (coffee bean)dan lantas menggilingnya sendiri menggunakan grinder. Namun beberapa biji kopi tertentu, misalnya yang memiliki rasa, harus digiling begitu dijual karena cara mereka diolah. Anda harus berhati-hati ketika menggiling kopi karena proses ini benar-benar mempengaruhi hasil akhir kopi. 

 

#9 Coffee Cupping

Foto: cafefonte.com

Dalam industri kopi, ada yang namanya taster, yaitu orang yang menentukan spesifikasi atau kelas kopi. Taster ini harus melakukan latihan kalibrasi rutin untuk memastikan palet lidah mereka terjaga dalam menilai kopi dari berbagai belahan penjuru dunia. Aktivitas di mana para taster ini menguji kualitas kopi dinamakan coffee cupping. Taster yang sudah tersertifikasi dari badan resmi SCA (Specialty Coffee Association) biasa disebut Q-Grader. Tertarik menjadi Q-Grader?

 

#10 Kopi Siap Diseduh!

Foto: brewlabcoffee.co.uk

Dari menggunakan mesin espresso sampai metode manual brew yang sekarang semakin dikenal dan menjadi tren, secangkir kopi pun siap hadir sebagai mood booster kamu!

 

 

 

 

Previous Article
Berpisah Dengan PMS
Berpisah Dengan PMS

Kenali jenis makanan yang bisa membuatmu berpisah dengan PMS.

Next Article
Restoran Baru Yang Harus Dicoba
Restoran Baru Yang Harus Dicoba

Serbu sekarang juga!

Curious about what we do?

Visit our website to find out more!

Learn More