Sekali-kali, Coba Sajian Khas Lebaran Bukan Yang Biasanya

July 4, 2016 Elfida Lubis

Sebenarnya, tidak ada pembagian khusus makanan Muslim atau makanan bagi mereka yang menganut agama Islam. Selama makanan tersebut halal, yaitu tidak mengandung bahan-bahan yang tertulis dalam kitab suci sebagai makanan haram, maka orang Islam dapat dengan bebas menikmatinya. Sehingga, Anda bisa menemukan beragam makanan yang dihidangkan pada hari-hari besar keagamaan, seperti Idul Fitri dan Idul Adha, tergantung di mana Anda merayakannya.

 

1. Di Indonesia, makanan khas yang keluar adalah ketupat ataupun lontong, ditemani lauk-pauk seperti opor,  semur, kalio, sambal goreng kentang dan hati, sayur santan isi labu atau kacang panjang, sampai rendang 

Opor yang biasanya berisi daging ayam atau telur, atau bisa keduanya.

Semur berwarna cokelat yang manis menggugah selera.

 

2. Di negara-negara seperti Maroko ke Aljazair, sampai Tunisia di Afrika Utara, hidangan yang populer kala Idul Fitri dan Idul Adha adalah Tagine atau Tajine. Tagine sebenarnya adalah nama wadah yang digunakan untuk memasak, biasanya daging kambing dan lainnya, dalam kuah dan bumbu-bumbu herbal. Di Maroko sendiri, satu hidangan yang tak ketinggalan hadir di meja saat Idul Fitri adalah Boulfaf atau Grilled Lamb Liver. Sementara di Libia, ada sebuah makanan bernama Tbeikhet ‘Eid, berisi daging kambing, labu, dan buncis atau kacang panjang yang direbus atau disemur dengan tambahan kismis.

Beef Tagine dengan pear paste yang pedas.

 

3. Untuk negara-negara di Timur Tengah dan Asia Tengah, hidangan yang biasa hadir saat perayaan hari besar agama maupun perayaan lain adalah kebab berisi daging sapi maupun kambing yang dipanggang. Menu lain yang kerap dihidangkan saat Idul Fitri pun adalah Haleem, yaitu daging yang dimasak dengan metode slow cooked ditambah bahan lain seperti gandum (lentil dan bulghur) yang banyak ditemukan di negara-negara tersebut. 

Sementara di negara seperti Siria, Libanon, Palestina, dan Yordania, dihidangkan Maamoul, yaitu shortbread cookies yang terbuat dari tepung semolina dan air mawar, kemudian diisi dengan kurma juga kacang pistachio. Kue ini biasanya dibikin sendiri sehingga aromanya yang khas pun memenuhi seantero rumah, menyambut datangnya hari raya.

Anda bisa menikmati daging kebab bersama roti atau terpisah, disajikan dengan cara ditusuk seperti sate. 

Maamoul yang dihidangkan dengan taburan gula halus di atasnya.

 

4. Negara-negara di Asia Selatan seperti India dan Pakistan hadir dengan makanan khas mereka, yaitu Nasi Biryani. Meski menu ini sudah kerap ditemui sehari-hari, namun perayaan besar seperti Idul Fitri tetap saja tidak lengkap tanpa kehadirannya. Bahkan, ada variasi Nasi Biryani untuk para vegetarian. Menu lain yang tak kalah populer adalah Seviyan, atau mie seperti bihun yang dihidangkan dalam kuah manis dari susu.

 

5. Di negara seperti Turki yang memiliki jumlah warga muslim lumayan banyak, Idul Fitri juga dikenal dengan istilah Seker Bayram atau festival gula. Itu berarti Baklava di mana-mana! Baklava adalah pastry khas dari masa Ottoman berisi kacang-kacangan yang ditambahkan sirup manis dari madu.

 

6. Perayaan Idul Fitri di negara China dimeriahkan dengan sajian Sanzi atau Sangza, yaitu mie yang digoreng hingga garing. Hidangan ini merupakan ciri khas dari kaum Muslim Uyghur di Provinsi Xinjiang.

 

Previous Article
Trik Jadi Barista Keren
Trik Jadi Barista Keren

Bagaimana menjadi barista dengan mengikuti berbagai pelatihan ini.

Next Article
Rayakan Libur Lebaran Anda di Sini
Rayakan Libur Lebaran Anda di Sini

Buat Anda yang enggak mudik.

Curious about what we do?

Visit our website to find out more!

Learn More