Kisah Secangkir Kopi

June 22, 2016 Elfida Lubis

Berawal dari sekadar ikut tren, namun Anda mulai penasaran, hingga akhirnya seperti jatuh hati? Berikut adalah cerita bagaimana secangkir kopi bisa terhidang ke hadapan Anda. (Dari berbagai sumber)

 

#1 Berawal dari Buah

Foto: matthoag.com

Pohon kopi biasanya tumbuh di wilayah tropis, di ketinggian kurang lebih 3.500 meter di atas permukaan laut. Pohon ini menghasilkan buah yang disebut coffee cherry yang tumbuh tiap tahun sampai kira-kira 25 tahun kemudian di mana harus dilakukan penanaman kembali pada pohon kopi. Tanda coffee cherry sudah bisa dipetik adalah ketika berwarna merah.

 

 

#2 Panen Coffee Cherry

Foto: afkinsider.com

Biasanya, panen pohon kopi dilakukan setahun sekali, kecuali untuk beberapa negara seperti Kolombia yang menerapkan aturan panen utama dan panen sekunder. Biasanya lagi, wilayah-wilayah yang berada di utara khatulistiwa mengalami musim panen antara September sampai Maret, sementara April sampai Mei adalah musim panen untuk belahan selatan khatulistiwa. Cara panennya juga beragam, apakah langsung diambil seluruh cabang yang ada coffee cherry, atau dipetik secara selektif. Pemetik kopi biasanya dibayar per keranjang dan mereka mampu memperoleh 6-7 keranjang per hari.

 

#3 Pemisahan Biji Kopi 

Foto: drinks.seriouseats.com

Setelah dipetik, coffee cherry harus segera diproses. Maksudnya, menyingkirkan buah yang ada dan meninggalkan bijinya saja (bean). Ada 3 metode yang digunakan dalam proses tersebut, yaitu proses basah, kering, dan semi kering.

 

#4 Proses Basah

Foto: coffeeshrub.com

Proses basah atau disebut juga dengan proses penyucian populer dilakukan di negara-negara Amerika Latin. Proses ini bisa dilakukan manual atau menggunakan mesin. Pertama-tama, biji kopi dipisah, dilihat dari kepadatan berdasar kandungan air di dalamnya. Biji yang jelek biasanya akan mengapung dan sebaliknya, biji yang berkualitas bagus akan tenggelam. Kemudian, dilakukan pengelupasan 4 lapisan, mulai dari kulit terluar, pulp atau daging buah kopi, kulit perkamen atau kulit yang keras, dan kulit silver (chaff). Proses ini untuk mendapatkan kopi yang bersih dan mengilat.

 

#5 Proses Kering

Foto: ravecoffee.co.uk

Proses kering atau yang disebut juga proses alami adalah proses paling primitif, di mana buah (cherry) dipisah dari biji kemudian dikeringkan di bawah sinar matahari. Baru kemudian proses pengelupasan dilakukan di pabrik penggilingan. Proses yang merepotkan dan cenderung mahal ini dapat ditemui di negara Yemen, Brazil, dan Ethiopia.

 

#6 Proses Semi Kering

Foto: northstarroast.com

Proses semi kering atau semi penyucian biasanya dilakukan di negara-negara seperti Indonesia, Papua New Guinea, dan juga Brazil, di mana biji dipisahkan, dicuci, kemudian dijemur sampai mengering hanya di satu sisi saja. Biasanya, proses ini menghasilkan kopi yang rendah kadar asam dan body yang berat dibanding proses basah. Biji kopi pun kemudian digiling untuk membuang bagian-bagian tidak penting yang masih melekat baik menggunakan alat tumbuk yang sederhana atau mesin giling yang lebih kompleks.

 

#7 Memanggang Biji Kopi

Foto: coffeearea.org

Biji kopi yang masih mentah tersebut dikirim ke tempat pemanggangan dalam wadah yang terbuat dari rami atau goni. Setelah proses pemanggangan, ukuran biji kopi akan mengembang namun kehilangan sekitar 20 persen beratnya. Biji kopi pun menjadi lebih hitam dan beraroma.

 

#8 Coffee Taster 

Foto: cafefonte.com

Tiap pabrik pemanggangan pasti memiliki taster yang menentukan spesifikasi atau kelas kopi. Taster ini harus melakukan latihan kalibrasi rutin untuk memastikan palet lidah mereka terjaga dalam menilai kopi yang datang dari berbagai belahan penjuru dunia. Tertarik menjadi coffee taster?

 

#9 Menggiling Kopi

Foto: medicaldaily.com

Sebelum kopi diseduh, kopi akan digiling terlebih dahulu. Namun karena hasil gilingan atau bubuk kopi lebih cepat membusuk atau berubah kualitasnya, restoran atau tempat minum kopi lebih suka membeli biji kopi utuh dan lantas menggilingnya sendiri. Namun beberapa biji kopi tertentu, misalnya yang memiliki rasa, harus digiling begitu dijual karena cara mereka diolah. Anda harus berhati-hati ketika menggiling kopi karena proses ini benar-benar mempengaruhi hasil akhir kopi. 

 

#10 Kopi Siap Diseduh!

Foto: brewlabcoffee.co.uk

Dari menggunakan mesin espresso sampai metode manual brew yang sekarang semakin dikenal dan menjadi tren, secangkir kopi pun siap hadir menemani Anda.

 

Selamat ngopi!

 

 

Previous Article
Hanya 4 Trik Untuk Anda Menghasilkan Foto Makanan Keren
Hanya 4 Trik Untuk Anda Menghasilkan Foto Makanan Keren

Cek dulu sebelum mengambil gambar.

Next Article
Pola Makan Selena Gomez Yang Tak Bakal Anda Duga!
Pola Makan Selena Gomez Yang Tak Bakal Anda Duga!

Konon, Selena tak mau tur kalau tak ada dia!

Curious about what we do?

Visit our website to find out more!

Learn More