Pengin Diet Efektif? Jangan Sampai Salah “Jam Makan”, Ya!

August 30, 2018 Chatarina Komala

Ilustrasi: www.health.harvard.edu

Sudah diet ketat, tetapi nggak ada penurunan berat yang signifikan? Bisa jadi, salahnya ada di jam makan Anda.

Ada beragam faktor yang memengaruhi keberhasilan diet. Selain pemilihan makanan atau pola hidup yang baik, rupanya, jam makan juga turut berkontribusi pada sukses atau tidaknya metode diet. Fakta ini diungkapkan oleh sebuah riset dari University of Surrey yang dilakukan selama sepuluh minggu.

Ada dua kelompok partisipan dalam penelitian ini. Kelompok pertama, adalah mereka yang mengonsumsi makanan seperti biasa saat diet. Sementara itu, kelompok kedua--harus mengonsumsi sarapan selama 90 menit lebih lambat dan makan malam 90 menit lebih awal. Untuk mencatat perkembangan, setiap partisipan juga diminta untuk mengisi buku harian diet, menyelesaikan kuesioner, dan memberikan sampel darah.

Hasil  penelitian menunjukkan, mereka yang mengonsumsi makanan di jeda waktu yang lebih kecil mengalami penyusutan lemak dua kali lebih besar, ketimbang yang lain. Setidaknya, sebanyak 57% partisipan juga secara alami mengalami penurunan porsi makan. Adapun penyebabnya, yakni menyusutnya nafsu makan dan berkurangnya kebiasaan makan camilan.

 

Kebiasaan Berperan

Ilustrasi: www.health.harvard.edu

Proses menurunkan berat badan sendiri bukanlah hal yang bisa terjadi secara instan. Bagaimanapun, semuanya butuh pembiasaan. Hasil penelitian juga mengungkapkan, sebanyak 57% partisipan yang “berpuasa” tidak akan mampu mempertahankan jam makan, sebab tidak sesuai dengan kebiasaan dan kehidupan sosial. Namun, ada 43% yang mengatakan akan mempertimbangkan jika waktu makan lebih fleksibel.

Berpijak pada hasil penelitian, kendati menurunkan berat badan penting untuk mencegah risiko obesitas dan “penyakitnya”, praktik diet dengan metode puasa sendiri sulit diikuti banyak orang. Penyebabnya, diet ini bisa saja tidak cocok dengan faktor lingkungan (terutama keluarga) dan kehidupan sosial. Jadi, meskipun metode diet seperti OCD banyak menuai kesuksesan, tetap kenali tubuh dan “jam makan” Anda, ya. Jangan sampai jeda puasa yang terlalu panjang justru bikin tubuh jadi lapar dan mengonsumsi lebih banyak makanan.

Previous Article
5 Restoran Jakarta dengan Menu Unik, Wajib Coba!
5 Restoran Jakarta dengan Menu Unik, Wajib Coba!

Sudah tahu ingin makan malam bareng orang terdekat di mana? Kalau masih bingung, coba datang ke lima restor...

Next Article
Ketahui Kriteria Hewan Kurban yang Sehat
Ketahui Kriteria Hewan Kurban yang Sehat

Memasuki momentum Iduladha, jangan sembarang membeli hewan kurban, ya. Bagaimanapun, hewan kurban yang dipi...

Curious about what we do?

Visit our website to find out more!

Learn More