Ini yang Terjadi Kalau Anda Berhenti Makan Fast Food

October 8, 2018 Chatarina Komala

Ilustrasi: eater.com

Pernah nggak membayangkan, apa yang sebetulnya terjadi kalau Anda betul-betul berhenti makan fast food?

Rasa yang enak serta alasan kepraktisan kerap kali bikin seseorang jadi sulit berhenti makan fast food. Padahal, seperti yang kita tahu, jika terlalu banyak dikonsumsi--fast food juga bisa berbahaya bagi tubuh.

Nah, pernah nggak Anda membayangkan, apa yang sebetulnya terjadi kalau berhenti makan fast food? Kira-kira bagaimana tubuh akan merespons perubahan tersebut? Apakah sama dengan gejala berhenti merokok atau minum alkohol?

 

Perubahan Emosi

Ilustrasi: www.tts-group.co.uk

Meski itu sebuah perubahan yang baik, berhenti makan fast food juga meninggalkan sejumlah efek negatif pada tubuh. Apalagi, kalau Anda sudah masuk tahap ketagihan. Salah satu yang kentara, adalah adanya perubahan emosi. Anda mungkin akan merasa mudah marah atau lebih sensitif akibat sakit kepala yang tidak tertahankan.

Adapun sebuah studi yang diterbitkan dalam Appetite menyebutkan, sejumlah respons yang muncul merupakan bagian dari gejala penarikan (withdrawal). Efeknya sendiri hampir sama dengan orang-orang yang berhenti mengonsumsi makanan olahan atau merokok. Selain itu, Anda juga harus siap-siap mengalami gangguan tidur dan cepat merasa cemas. Biasanya, gejala ini akan muncul selama dua atau lima hari pasca berhenti.

 

Kandungan Gula Berlebih

Ilustrasi: www.agelessandhealthy.com 

Erica Schulte, pemimpin studi dalam jurnal menyebutkan, sejumlah gejala withdrawal biasanya muncul pada makanan-makanan yang diproses. Lebih lanjut, ia menyebutkan, makanan yang diproses sendiri mengandung kadar gula dalam jumlah berlebih, sehingga mengakibatkan kecanduan.

Kendati merupakan yang pertama (dalam kaitannya dengan gejala withdrawal pada makanan), studi ini masih memiliki beberapa kekurangan. Hal pertama, terlihat pada tingkat akurasi, mengingat tidak semua peserta mengingat secara jelas gejala “penarikan” yang mereka alami; sementara kedua--ada pada fokus studi yang tidak mempelajari sedalam apa kemungkinan seseorang berhenti atau mengurangi konsumsi fast food.

Previous Article
6 Makanan dalam "Aruna dan Lidahnya" Ini Dijamin Bikin Anda Pengin!
6 Makanan dalam "Aruna dan Lidahnya" Ini Dijamin Bikin Anda Pengin!

Kalau sudah nonton film “Aruna dan Lidahnya”, Anda pasti familier dengan beberapa makanan dan ceritanya yan...

Next Article
Camilan Berbahan Dasar Pisang yang Harus Banget Anda Coba!
Camilan Berbahan Dasar Pisang yang Harus Banget Anda Coba!

Curious about what we do?

Visit our website to find out more!

Learn More