Bunyi Perut Lapar Terasa Mengganggu? Ini Cara Mengatasinya!

December 13, 2017 Chatarina Komala

Sebenarnya, perut berbunyi--terutama saat lapar--merupakan hal yang wajar. Hanya saja, hal ini jadi memalukan saat bunyi perut terlalu nyaring dan terjadi di waktu yang tidak tepat. Terlebih, bunyi perut juga bukanlah hal yang bisa dikendalikan dengan mudah.

 

Baca juga:

 

Ada kalanya, perut masih berbunyi sekalipun telah terisi. Biasanya, hal ini diakibatkan oleh beberapa faktor, salah satunya konsumsi makanan yang mengandung banyak gas. Di sisi lain, bunyi perut juga berhubungan dengan pergerakan usus (gerakan peristaltik). Ketika perut dalam keadaan kosong, gerakan ini akan menimbulkan gema dan bersuara lebih besar. Saking besarnya, bisa sampai terdengar ke luar.

Adapun kendati normla, Anda wajib mewaspadai bunyi perut yang diiringi gejala lain, seperti sendawa berlebihan, nyeri perut, kram, mual, hingga muntah. Pasalnya, kondisi ini bisa jadi tanda obstruksi (tersumbat) perut dan indikasi masalah pencernaan. Di saat yang sama, bunyi perut juga bisa meningkatkan risiko obesitas; sebab otak akan mengirimkan sinyal “sangat lapar”. Akibatnya, keinginan untuk menyantap banyak makanan jadi tidak terkendali.

Lantas, bagaimana cara mengatasi bunyi keroncongan pada perut?

 

1. Makan dalam Porsi Cukup

Ilustrasi: www.beachbodyondemand.com

Kendati sangat lapar, hindari makan berlebihan. Alih-alih meredakan bunyi perut, cara ini justru mengakibatkan sistem pencernaan bekerja lebih keras. Akibatnya, perut Anda akan berbunyi lebih keras--mengingat ada banyak gas yang terjebak di dalam perut.

 

2. Makan dengan Perlahan

Ilustrasi: www.thehealthsite.com

Bukan hanya tidak baik bagi usus dan sistem pencernaan, makan terlalu cepat juga bisa membuat Anda berisiko banyak menelan udara. Sebagai gantinya, Anda disarankan untuk makan dan mengunyah secara perlahan.

 

Baca juga:

 

3. Tidak Mengonsumsi Makanan Mengandung Gas

Ilustrasi: www.greatist.com

Keberadaan gas di dalam perut diketahui menjadi salah satu penyebab bunyi keroncongan. Itu sebabnya, Anda disarankan untuk menghindari beberapa makanan yang menghasilkan gas; seperti halnya soda, susu, kacang-kacangan, kol, hingga fast food.

Adapun setelahnya, Anda dianjurkan untuk berjalan-jalan singkat atau melakukan olahraga ringan. Cara ini bisa mempercepat proses pencernaan, sekaligus “mengeluarkan” gas dari dalam perut.

 

 

Previous Article
Ngopi Bareng di Kafe Bernuansa Alam Bandung
Ngopi Bareng di Kafe Bernuansa Alam Bandung

Kalau bosan dengan keramaian kota, Anda bisa juga, lho, menyepi dan menikmati udara segar di alam terbuka.

Next Article
Yuk, Coba Tujuh Kuliner Khas Asal Kota Pontianak!
Yuk, Coba Tujuh Kuliner Khas Asal Kota Pontianak!

Bukan hanya soal garis khatulistiwa, ada banyak hal yang membuat Kota Pontianak jadi istimewa. Salah satuny...

Curious about what we do?

Visit our website to find out more!

Learn More